Kisah Pembantaian nan Keji 70 Pasukan Pertahanan Pangkalan di Yogya oleh Pasukan Belanda

Dalam operasi pembersihan itu sekitar 70 personel pasukan PPP berhasil ditawan Belanda tapi mereka

Kisah Pembantaian nan Keji  70 Pasukan Pertahanan Pangkalan di Yogya oleh Pasukan Belanda
Via intisari-online
Serbuan Pasukan Payung Belanda 

BANGKAPOS.COM--Pascaproklamasi Kemerdekaan RI 1945 disusul mendaratnya pasukan Sekutu untuk melucuti tentara Jepang dan sekaligus membebaskan warga Belanda yang semula ditawan Jepang, kondisi keamanan RI makin tidak stabil.

Apalagi kehadiran pasukan Sekutu yang dipimpin oleh Inggris ternyata diboncengi oleh para serdadu Belanda yang diam-diam ingin menjajah lagi Indonesia.

Pemerintah RI di bawah pimpinan Presiden Soekarno sebenarnya sudah tahu akan potensi serangan militer Belanda itu maka demi mengamankan diri roda pemerintahan RI kemudian dipindahkan ke Yogyakarta pada Januari 1946.

Kekuatan militer RI pun ikut dipindah ke Yogyakarta di bawah komando Panglima Besar (Pangsar) Soedirman.

Secara perlahan kekuatan militer RI mulai terorganisasi dan latihan-latihan perang demi meningkatkan kemampuan tempur sering dilakukan dan di bawah pengawasan langsung Panglima Soedirman.

Pada 19 Desember 1946 di Yogyakarta sebenarnya akan dilaksanakan latihan perang besar-besaran yang dipimpin langsung Pangsar Soedirman dan akan ditinjau dari perwakilan komisi tiga negara PBB, yakni Belgia, Australia, dan AS.

Tapi pada hari itu, pasukan Belanda sengaja mencuri start dengan secara mendadak menyerang Yogyakarta secara besar-besaran baik dari udara maupun darat.

Tujuan serangan militer Belanda yang merupakan agresi militer kedua itu memang untuk menunjukkan kekuatan pasukan RI lemah dan sekaligus menawan Presiden Soekarno dan wakilnya Moh Hatta lalu diasingkan.

Pasukan Belanda ketika melakukan serbuan kilat bersandi Operasi Gagak (Operation Kraai) itu,  pesawat-pesawat tempurnya yang terbang dari pangkalan udara Andir, Bandung langsung membombardir pangkalan udara Maguwo (Adisoetjipto) , Yogyakarta secara membabi buta.

Personel Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP/sekarang Paskhas) AURI yang bermarkas di Lanud Maguwo berusaha keras mempertahankan diri dengan menembakkan senapan mesin penangkis serangan udara sebisa mungkin.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved