Sedang Piala Dunia, Sebuah Meteor Berkekuatan 2,8 Kiloton Jatuh di Rusia

Kamis (21/6/2018) kemarin, warga berbagai kota di Rusia, termasuk Lipetsk yang berada di tenggara Moskow, menyaksikan sebuah

Sedang Piala Dunia, Sebuah Meteor Berkekuatan 2,8 Kiloton Jatuh di Rusia
Istimewa
Meteor jatuh di Rusia. 

BANGKAPOS.COM - Kamis (21/6/2018) kemarin, warga berbagai kota di Rusia, termasuk Lipetsk yang berada di tenggara Moskow, menyaksikan sebuah meteor melesat di udara dan meledak dengan kekuatan 2,8 kiloton.

Hingga saat itu, tidak ada seorang pun di bumi yang mendeteksi keberadaannya, termasuk Badan Antarika Amerika Serikat ( NASA) yang belakangan sering dilaporkan gagal mendeteksi kedatangan asteroid.

“Kejadian ini dilaporkan oleh banyak saksi dari kota Kursk, Lipets, Voronzeh, dan Orel. Mayoritas melaporkan adanya bunyi ledakan sonik yang keras,” ujar International meteor Organisation.

Baca: Penasaran! Begini Wujud Samsung Galaxy S10 Tanpa Bezel?

Untungnya dengan kekuatan 2,8 kiloton, asteroid kali ini hanya memiliki diameter sekitar empat meter.

Ukuran tersebut bukan apa-apa dibandingkan asteroid yang meledak pada Februari 2013 di Chelyabinsk, Russia.

Asteroid yang disebut “terbesar dalam seabad terakhir” itu berdiameter lima kali lebih besar dari asteroid Lipetsk, yakni 20 meter dengan bobot 10.000 ton.

Walaupun akhirnya meledak di atas pegunungan Ural, asteroid tersebut memicu gelombang kejut yang menghancurkan ribuan jendela dan melukai lebih dari 1.600 orang.

Cahaya dari ledakannya juga membuat setidaknya 70 orang mengalami kebutaan sementara dan puluhan lainnya mengalami sunburn (terbakar matahari).

Oleh karena itu, jelas kita tidak bisa meremehkan kekuatan asteroid, sekecil apa pun itu.

Sejauh ini, para ahli belum mengetahui apakah ada fragmen yang berhasil mencapai permukaan bumi.

Namun, mereka meyakini bahwa ledakan intense yang disebabkan oleh gesekan di udara telah menghancurkan sebagai besar asteroid sebelum ia mencapai bumi.

NASA sendiri juga terus berusaha untuk meningkatkan sistem pendeteksian asteroidnya. Bahkan, mereka sudah selesai menguji coba sistem pelacak asteroid berbahaya pada November 2017.

Berikut adalah video asteroid yang meledak di Rusia, Kamis lalu (21/6/2018). (Shierine Wangsa Wibawa)

(Artikel ini telah tayang di kompas.com dengan judul "Lagi-lagi, Asteroid Luput dari Pantauan NASA dan Meledak di Rusia")

Editor: Evan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved