Terlemah Sejak Oktober 2015, Rupiah Tersungkur ke Level Rp 14.344 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya

Terlemah Sejak Oktober 2015, Rupiah Tersungkur ke Level Rp 14.344 per Dolar AS, ini yang jadi biang kerok

Terlemah Sejak Oktober 2015, Rupiah Tersungkur ke Level Rp 14.344 per Dolar AS, Ini Biang Keroknya
Tribunnews/JEPRIMA
ilustrasi 

Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng menyebutkan kenaikan suku bunga acuan The Fed membuat investor semakin tertarik untuk melakukan investasi di AS, karena risikonya semakin rendah dengan keuntungan yang lebih tinggi.

"Ini persoalan pasar modal dan pasar uang, kalau untuk ekonomi riil-nya ekspor dan impor hanya berpengaruh kecil, tapi ini lebih kepada persoalan pasar uang dan pasar modal," ungkap Mekeng kepada CNNIndonesia.com.

Hingga saat ini, Indonesia memang belum bereaksi usai The Fed menaikkan suku bunga acuan yang kedua kalinya pada pertengahan bulan ini. Apalagi, pengumuman dilakukan bertepatan dengan Lebaran di Indonesia. Walhasil, BI baru melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada akhir Juni 2018.

"Dari sisi moneternya, ini investor melihat kok BI belum ada intervensi, suku bunga acuan dalam negeri tidak ikut dinaikkan. Ya mereka (investor) jual portofolio dan langsung beli dolar AS," kata Mekeng.

Makanya, Mekeng menyebut BI bisa melakukan dua hal untuk menyelematkan rupiah, salah satunya dengan intervensi menggunakan cadangan devisa (cadev). Bila tidak berhasil, maka BI memang harus menaikkan suku bunga acuan.

"Hanya itu," tegas Mekeng.

Sependapat, Anggota Komisi XI DPR RI Willgo Zainar menilai kenaikan suku bunga The Fed berhasil membuat dolar AS kembali ke negaranya, sehingga mata uang Paman Sam itu terus terapresiasi.

"Tentu, ini tekanan global yang semakin kuat," tutur Willgo.

Dari sisi internal sendiri, kata Willgo, kondisi neraca perdagangan Mei 2018 yang masih defisit ikut menekan nilai tukar rupiah hingga terus bertahan di area Rp14 ribu per dolar AS.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2018 kembali defisit sebesar US$1,52 miliar secara bulanan, sedangkan secara year to date atau Januari-Mei 2018 neraca perdagangan defisit sebesar US$2,83 miliar.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help