BKKBN Babel Latih 500 Konselor untuk Tekan Angka Pernikahan

BKKBN Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih 500 remaja di Babel untuk menjadi konselor.

BKKBN Babel Latih 500 Konselor untuk Tekan Angka Pernikahan
Bangka Pos / Dedi Qurniawan
Talkshow yang digelar BKKBN Perwakilan Babel di ruang pertemuan (OR), Gedung Tudung Saji, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (29/6/2018). Acara ini merupakan rangkaian peringatan Semarak Hari Keluarga Nasional ke-25. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih 500 remaja di Babel untuk menjadi konselor.

Upaya ini dilakukan guna menurunkan angka pernikahan dini di Babel, yang nerdasarkan data BPS 2017, menduduki posisi tertingga ketiga di Indonesia.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BKKBN Perwakilan Babel Etna Estalita seusai acara talkshow yang digelar pihaknya di ruang pertemuan (OR) Gedung Tudung Saji, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Jumat (29/6/2018) pagi.

Talkshow itu juga dihadiri ratusan remaja GenRe di Babel.

Para konselor ini dilatih untuk merencakan kehidupan mulai dari kapan menikah, jumlah anak, hingga visi keluarga ke depan.
Upaya ini diharapkan dapat berlipat ganda dan para konselor juga diharapkan ikut melatih remaja-remaja lainnya.‎

Upaya lainnya adalah mencerdaskan para remaja dan keluarga mereka lewat Program Bina Keluarga Remaja

"Melatih konselor ‎ini kami harapkan menjadi bola salju, satu konselor yang sudah dilatih lalu melatih lagi lima orang lainnya. Sehingga pada suatu saat nanti, mereka dapat berintegrasi dengan pemerintah. Swasta juga harus berkomitmen menurunkan angka pernikahan dini ini," katanya.

Etna menjelaskan, satu di antara sebab tingginya angka pernikahan dini di Babel karena UU Perkawinan yang dinilai belum berpihak.

Undang-undang masih membolehkan perempuan menikah minimal 16 tahun dan laki-laki minimal 19 tahun.

"Memang sudah ada upaya-upaya, tapi sifatnya hanya imbauan. Karena kita kan tidak boleh melawan undang-undang," ujarnya.‎ (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help