Reaksi Para Pengemudi Ketika MK Tolak Akui Ojek Online sebagai Transportasi Umum

Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum.

Reaksi Para Pengemudi Ketika MK Tolak Akui Ojek Online sebagai Transportasi Umum
TRIBUNNEWS
Ilustrasi 

BANGKAPOS,COM, JAKARTA - Mahkamah Konstitusi memutuskan menolak melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum, Kamis (28/6/2018).

Sejumlah pengemudi ojek online menyatakan, tak mempermasalahkan keputusan MK tersebut.

Sebab, mereka dipastikan masih bisa beroperasi.

"Enggak apa-apa lah, selama aman-aman saja enggak mengganggu, ya kita jalan saja."

"Selama kita masih bisa narik, ya kita enggak ada masalah," kata Suradi, pengemudi ojek online asal Rawabadak, Jakarta Utara, kepada Kompas.com, Kamis.

Baca: Mustafa Dijemput Tentara Usai Tenggak Tinta Pemilu di TPS

Suradi menuturkan, status ojek online yang selama ini tidak dianggap sebagai angkutan umum juga tidak pernah menimbulkan diskriminasi.

Ia menyebut, selama ini ojek online telah dianggap seperti angkutan umum lainnya.

"Enggak ada diskriminasi ya, kita kalau salah ya salah, kalau benar ya benar."

"Namanya di jalan kan harus nurut lalu lintas, selama ini sih enggak pernah dibeda-bedain," kata dia.

Furqon, pengemudi ojek online yang beralamat di Lagoa juga punya pendapat serupa.

Ia menyebut, keputusan MK tersebut tak akan mempengaruhi pekerjaannya.

"Dari awal saya juga enggak pernah ikut demo-demo gitu."

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved