Rupiah Kini Rp 14.330 per dollar AS, Begini Kata Sri Mulyani Soal Keterpurukan Rupiah

Rupiah Kini Rp 14.330 per dollar AS, Begini Kata Sri Mulyani Soal Keterpurukan Rupiah

Rupiah Kini Rp 14.330 per dollar AS, Begini Kata Sri Mulyani Soal Keterpurukan Rupiah
KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG
Tampilan uang NKRI baru di Gedung Bank Indonesia, Senin (19/12/2016). 

Rupiah melemah 0,76% jika dibandingkan dengan posisi Selasa yang ada di Rp 14.163 per dollar AS. Ini adalah posisi terlemah rupiah Jisdor sejak 7 Oktober 2015.

Di pasar spot pukul 10.44 WIB, nilai tukar rupiah berada di Rp 14.284 per dollar AS. Ini adalah level terlemah rupiah terhadap dollar AS sejak 6 Oktober 2015.

Dalam sehari perdagangan, rupiah di pasar spot melemah 0,74%. Menurut data Bloomberg, rupiah telah melemah 5,10% sejak awal tahun.

Rupiah menjadi mata uang dengan pelemahan terbesar ketiga di Asia setelah rupee yang melemah 7,13% dan peso Filipina yang melemah 6,83%.

Sementara itu, indeks dollar yang mencerminkan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang utama dunia menguat 3,39% secara year to date (ytd). Hari ini, indeks dollar melemah tipis ke 95,24. Meski melemah, indeks dollar sepanjang bulan Juni terus mencatat level tertinggi tahun ini.

The Fed 'Biang Kerok'

Melansir artikel CNN Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menunjuk kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve menjadi pangkal masalah terpuruknya rupiah saat ini. Diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuan pada pertengahan Juni 2018 sebesar 25 basis poin.

Ketua Komisi XI DPR RI Melchias Markus Mekeng menyebutkan kenaikan suku bunga acuan The Fed membuat investor semakin tertarik untuk melakukan investasi di AS, karena risikonya semakin rendah dengan keuntungan yang lebih tinggi.

"Ini persoalan pasar modal dan pasar uang, kalau untuk ekonomi riil-nya ekspor dan impor hanya berpengaruh kecil, tapi ini lebih kepada persoalan pasar uang dan pasar modal," ungkap Mekeng kepada CNNIndonesia.com.

Hingga saat ini, Indonesia memang belum bereaksi usai The Fed menaikkan suku bunga acuan yang kedua kalinya pada pertengahan bulan ini. Apalagi, pengumuman dilakukan bertepatan dengan Lebaran di Indonesia. Walhasil, BI baru melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada akhir Juni 2018.

Halaman
1234
Editor: teddymalaka
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved