MXGP 2018 Pangkalpinang

Disela MXGP, Wisatawan Asal Australia, Amerika dan Canada Ini Cicipi Madu Pahit Hutan Pelawan

Mereka mencicipi semuanya, ubi rebus juga mereka mau makanya, kita sajikan semua dan mereka ingin memasukkan

Disela MXGP, Wisatawan Asal Australia, Amerika dan Canada Ini Cicipi Madu Pahit Hutan Pelawan
Bangkapos/Riki Pratama
Wisatawan asal negara Australia, Amerika dan Canada mengunjungi hutan pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada Sabtu (30/6/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Wisatawan asal negara Australia, Amerika dan Canada mengunjungi hutan pelawan Desa Namang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, pada Sabtu (30/6/2018).

Tujuan dari kedatangan wisatawan mancanegara ini untuk mencicipi madu pahit dan manis yang berasal dari hutan pelawan.

Pengelola hutan Pelawan Zaiwan  mengatakan bahwa kunjungan wisatawan asal Australia , Amerika dan Canada berkunjung diselah mereka ingin menyaksikan perhelatan balap cross MXGP di Kota Pangkalpinang.

"Mereka ini wisatawan yang ingin menyaksikan MXGP ada lima orang dari negara yang berbeda, mereka datang karena penasaran dengan honey better dan honey sweet pelawan, dan mencicipi makanan khas pelawan mengalo madu, atau madu pahit dan manis pelawan mereka ingin mencicipi madu, langsung kita bawa ke tempat madunya, mereka terlihat menikmatinya,"ujar Zaiwan kepada wartawan, Sabu (30/6/2018).

Selain diajak menikmati madu dan melihat hutan pelawan, Zaiwan juga mengajak wisatawan untuk makan ubi rebus dan pisang goreng, termasuk diperkenalkan lada hitam dan lada putih asal Desa Namang yang menjadi oleh oleh para turis ini.

"Mereka mencicipi semuanya, ubi rebus juga mereka mau makanya, kita sajikan semua dan mereka ingin memasukkan keindahan hutan pelawan serta segala potensinya termasuk madu pahitnya, di website mereka,"ujarnya.

Dari kunjungan  para wisatan asal luar negeri ini Zaiwan sangat berbangga hati bahwa menurutnya hutan pelawan termasuk potensi didalamnya sudah banyak dikenal oleh warga mancanegara.

"Mereka ingin membantu mempromosikan ini, dari madu hingga ladanya, mereka terkesan dengan itu, mereka semua bawa ke negaranya untuk di promosikan,"ungkapnya.

Selain mencici hasil alam hutan pelawan, para turis mancanegara itu juga diajak oleh Zaiwan untuk memetik lada, melihat masuk hutan pelawan dan melihat gurun wisata yang ada di Desa Namang.

"Mereka semua menyukainya, banyak berfoto serta berselfi ria di lokasi itu, saya juga ikut bahagia melihatnya, semoga hutan pelawan dan produk produknya bisa terkenal serta di cintai wisatawan yang telah berkunjung ke sini, dan tentunya diharapkan bisa kembali lagi ke sini,"tukasnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved