MXGP 2018

Saksikan MXGP Indonesia 2018 dari Panggung Dadakan Cuma Perlu Rogoh Kocek Rp 20 Ribu

Menyaksikan pertandingan langsung Motocross Grand Prix (MXGP) di Pangkalpinang tidak hanya dapat dilihat dari lokasi sirkuit

Saksikan MXGP Indonesia 2018 dari Panggung Dadakan Cuma Perlu Rogoh Kocek Rp 20 Ribu
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Panggung dadakan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Menyaksikan pertandingan langsung Motocross Grand Prix (MXGP) di Pangkalpinang tidak hanya dapat dilihat dari lokasi sirkuit, namun bagi beberapa orang menyaksikan dari luar sirkuit dengan harga yang ekonomis jug menjadi pilihan.

Sejumlah masyarakat di kawasan jalan Atok dan sekitarnya mendirikan sebuah panggung yang tersusun dari kayu bulat, tempat ini disewakan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan MXGP.

Tarif yang ditawarkan juga beragam mulai dari Rp 15-75 ribu per orangnya yang ingin menyaksikan MXGP. Panggung-panggung kecil yang dibuat masyarakat ini juga diminati masyarakat.

Panggung-panggung kecil ini terletak di samping kawasan GOR, sehingga jika masyarakat berdiri masih bisa menyaksikan dengan jelas meski masih terlalu jauh.

Tribun dadakan yang dibangun warga di luar area sirkuit GOR Sahabuddin, Pangkalpinang, tempat berlangsung rangkaian MXGP 2018 seri Indonesia di Pangkalpinang, Sabtu (30/6/2018).
Tribun dadakan yang dibangun warga di luar area sirkuit GOR Sahabuddin, Pangkalpinang, tempat berlangsung rangkaian MXGP 2018 seri Indonesia di Pangkalpinang, Sabtu (30/6/2018). (Bangka Pos/Dedi Qurniawan)

"Baru hari inilah, kemarin saya bikin kebetulan ini di depan rumah bisa keliatan dan deket dengan Jumpingan tinggi, Rp 20 ribu lah sampai puas cuma berdiri dan tidak ada atap," kata Adi salah satu yang mebyat panggung, Sabtu (30/6/2018).

Hingga siang ini sudah ada sekitar 6 orang yang menyewa panggung yang dibuatnya. Menurutnya, ini merupakan kesempatan untuk menyaksikan dan juga meraup rezeki.

Asin salah satu yang menonton menyewa panggung yang didirikan masyarakat, menyebutkan ia memilih menonton disitu lantaran lebih terlihat dibandingkan menonton di dalam.

"Bukan masalah murahnya, tapi kalau disini lebih keliatan jumpingnya. Karena kalau di dalam hanya keliatan kepala orang. Kalau disini biar berdiri seharian keliatan lah pembalap jumping-jumping," katanya.

Asin mengatakan tahun lalu dirinya juga menonton di panggung yang didirikan masyarakat, bahkan dirinya telah mempersiapkan segala hal seperti konsumsi, payung dan obat-obatan.

"Kalau dak ujan mantap nontonnya dari sini, tapi kalau ujan abis sirkuit. Sampai selesai lah pokoknya berdiri disini dak pakai leteh lah bawa bekal, payung," katanya.

Penulis: krisyanidayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved