Ibrahim Sebut  Perlunya Kesadaran Kolektif Untuk Kaum Perempuan Dalam Pileg 2019

Dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung, Ibrahim mengatakan geliat politik kaum perempuan nampak masih samar-samar

Ibrahim Sebut  Perlunya Kesadaran Kolektif Untuk Kaum Perempuan Dalam Pileg 2019
Dok/Bapos
DR Ibrahim S Fil, MSi DekanFisip UBB 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Dosen Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Bangka Belitung, Ibrahim mengatakan geliat politik kaum perempuan nampak masih samar-samar dan perlu kesadaran kolektif dari kaum perempuan.

"Grafiknya memang menunjukkan adanya pergeseran, misalnya karena kawalan regulasi lalu dalam pencalegan masuk dalam setiap tiga nama, atau dalam kandidat kepala daerah," ujarnya kepada Bangkapos,  Senin (2/7/2018).

Namun secara umum masih ada persoalan terkait dengan elektabilitas dan terbukanya ruang-ruang partisipatif yang lebih luas.

"Meskipun ada Afirmative Action, Setelah 5 tahun lalu grafik elektabilitas calon perempuan belum menunjukkan perkembangan signifikan, kita berharap bahwa kemajuan berarti akan muncul di 2019 mendatang," jelasnya.

Ibrahim pun,  melihat bahwa anime perempuan dalam dunia politik sudah muncul di kalangan generasi muda.

"Banyak kawan-kawan muda energik yang nampak menyiapkan diri untuk maju. Beberapa kelompok aktivis juga mulai menghimpun gerakan kolektif, sebut misalnya Kaukus Perempuan Politik," tuturnya kepada Bangkapos.

Tapi hal mendasar yang sebetulnya perlu diperhatikan ada dua yakni, pertama, dibutuhkan upaya maksimal kaum perempuan untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga mereka yang tampil bukan sekedar pelengkap.

Kedua, dibutuhkan keterbukaan mentalitas untuk menggeser paradigma bahwa perempuan potensial untuk menjabat.

Artinya, harus ada keterbukaan kolektif agar perempuan memiliki ruang-ruang untuk menunjukkan kapabalitasnya.

Ia pun mengimbau,  sebaiknya partai politik memiliki sebuah agenda khusus untuk menyiapkan kader perempuan agar lebih kompetitif.

Selain itu, perempuan harus mampu meyakinkan bahwa para pemilih perempuan sendiri akan memiliki makna penting bagi keberpihakan pada perempuan.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help