Nur Kholis Apresiasi Transformasi Teknologi Penambangan PT Timah

PT Timah memang sudah harus memikirkan cara untuk mengadaptasi teknologi baru yang minim kerusakan.

Nur Kholis Apresiasi Transformasi Teknologi Penambangan PT Timah
Istimewa
Reklamasi milik PT Timah Tbk di Air Jangkang Desa Riding Panjang, Merawang Kabupaten Bangka. 

BANGKAPOS.COM – Langkah PT Timah Tbk yang sedang menyiapkan teknologi terbaru berbasis green mining yang akan diterapkan pada proses penambangan mendapat respon positif.

Mantan Ketua Dewan Nasional Walhi Nur Kholis, menyatakan dukungannya terhadap tranformasi teknologi yang dilakukan PT Timah Tbk tersebut.

’’Sejauh ini saya lihat PT Timah sudah mengembangkan banyak hal. Salah satunya, peremajaan teknologi produksi yang lebih ramah lingkungan. Kita harus apresiasi langkah yang diambil sebelum lihat hasil. Teknologi dibuat sesuai perkembangan yang terjadi saat ini. Nanti kita lihat bersama bagaimana hasilnya,’’ ujar Nur Kholis pada rilis yang diterima bangkapos.com, Senin (25/6/2018).

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Komnas HAM 2015–2016, ini menambahkan, sebagai perusahaan negara, PT Timah memang sudah harus memikirkan cara untuk mengadaptasi teknologi baru yang minim kerusakan.

’’Memang agak mahal, tapi di sinilah negara harus hadir,’’ ucapnya.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Operasi & Produksi PT Timah Tbk. Alwin Albar, mengungkapkan, pihaknya terus berusaha melakukan inovasi teknologi dan proses penambangan.

Untuk teknologi ramah lingkungan ini, PT Timah sudah menyiapkannya sejak 2012.

’’Konsep teknologinya sub surface mining. Kami sudah melakukan eksperimen dan improve di akhir 2012. Proses paten pun sudah dilakukan sejak 2015, dan mulai dioperasikan pada Februari 2018,’’ kata Alwin.

Saat ini, lanjut Alwin, teknologi sub surface mining baru dioperasikan untuk penambangan di darat.

Targetnya, tahun depan dengan prototype yang sama, PT Timah akan mengoprasikannya di laut.

Menariknya, PT Timah berencana menggandeng masyarakat sebagai mitra untuk menggunakan teknologi tersebut.

’’Sekarang yang hampir availabe ada 100 unit. Kami baru mendistribusikan sebanyak 30 unit untuk penambangan di Bangka, dan 10 unit di Belitung. Memang masih belum banyak karena pendistribusian baru dibuka pada Mei kemarin,’’ tuturnya. (*)

Penulis: teddymalaka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved