BPOM Babel Temukan Kerupuk Mengandung Rhodamin B di Pasar Tanjungpandan

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Babel menemukan makanan olahan berupa kerupuk berbahan ketela

BPOM Babel Temukan Kerupuk Mengandung Rhodamin B di Pasar Tanjungpandan
Istimewa
Petugas BPOM Provinsi Kepulauan Babel didampingi petugas Dinas KUKM Perdagangan dan Tenaga Kerja serta Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung meninjau pangan yang dijual di Pasar Tanjungpandan, Rabu (4/7/2018). 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Dede Suhendar

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Kepulauan Babel menemukan makanan olahan berupa kerupuk berbahan ketela pohon mengandung rhodamin B di Pasar Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Rabu (4/7/2018).

Makanan tersebut ditemukan saat mereka melaksanakan pengujian sampel pangan di dua lokasi pasar di Kabupaten Belitung semenjak Selasa (3/4/2018) lalu bersama Dinas KUKM Perdagangan dan Tenaga Kerja serta Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung.

"Kami melakukan pengujian di Pasar Berehun dan Pasar Tanjungpandan selama dua hari. Hasilnya dari 100 sampel yang diuji untuk Pasar Berehun tidak ada indikasi bahan berbahaya, tapi di Pasar Tanjungpandan kami mendapati kerupuk mengandung rhodamin B," ujar petugas Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, BPOM Provinsi Kepulauan Babel Dyah kepada posbelitung.co.

Menurutnya, terkait temuan tersebut pihaknya langsung memberikan pembinaan kepada pedagang. Selain itu juga imbauan untuk tidak menjual produk pangan yang dimaksud.

Kemudian, sebagai tindak lanjut BPOM juga melakukan penelusuran sumber dari kerupuk yang mengandung bahan berbahaya itu.

Hal ini dikarenakan produk tersebut bukan milik pedagang tetapi titipan dari orang lain yang menawarkan ke pasar.

"Jadi pedagangnya kami berikan pembinaan dulu karena kerupuk itu dia beli dari orang lain yang nawarin ke pasar. Kami juga mengimbau pedagang untuk menjual produk yang segar, warna tidak mencolok serta mencatat asal barang, apalagi kalau produk itu titipan orang lain," katanya.

Pertama Kali di Belitung

Kabid Perdagangan Dinas KUKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung Jontiar mengatakan temuan pangan mengandung bahan berbahaya baru pertama kali terjadi.

Halaman
12
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved