Gubernur: Kita Akan Olah Logam Tanah Jarang Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Babel

Logam Tanah Jarang (monasit) menjadi salah satu sumber mineral penting dan bernilai tinggi.

Gubernur: Kita Akan Olah Logam Tanah Jarang Untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Babel
Istimewa
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H Erzaldi Rosman mendapatkan dukungan penuh dari ITS melalui dukungan SDM dan peralatan, alternatif rencana pembiayaan dan sosialisasi kepada masyarakat Bangka Belitung. 

Selain itu juga memulai rintisan kajian logam tanah jarang ini untuk dijadikan batere lhitium.

Kerjasama ini melibatkan pakar pertambangan dari ITS dan Nasional.

Mengingat tingginya nilai strategis dari logam tanah jarang tersebut, berpotensi menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan di Bangka Belitung.

Tahap selanjutnya akan dilakukan kajian potensi logam tanah jarang dan pembiayaan terbaik dalam pendirian pabrik pengolahan mineral logam tanah jarang tersebut pada lokasi terdekat dengan sumber logam tanah jarang.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung H Erzaldi Rosman mendapatkan dukungan penuh dari ITS melalui dukungan SDM dan peralatan, alternatif rencana pembiayaan dan sosialisasi kepada masyarakat Bangka Belitung.

Selanjutnya pelaksanaan kerjasama bidang energi dan lingkungan ditujukan untuk mengolah sampah yang ada menjadi energi terbarukan melalui penggunaan tehnologi ramah lingkungan.

Di bidang pertambangan akan dihasilkan produk unggulan melalui proses industri pengolahan logam tanah jarang berupa batera lhitium yang ramah lingkungan.

Di bidang perkapalan akan dihasilkan penggunaan bahan lokal seperti bambu untuk dijadikan kapal nelayan dan kapal pariwisata dalam area destinasi wisata kepulauan.

Prototipe dari kapal ini sudah dilaunching oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti. Sedangkan di bidang transportasi darat dikembangkan mobil listrik untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Dalam kerjasama ini pengolahan logam tanah jarang nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal karena pabrik pengolahannya berlokasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung demikian juga kapal nelayan dan mobil listrik.

Tujuan akhir dari kerjasama ini untuk meningkatkan percepatan pembangunan serta meningkatkan perekonomian masyarakat serta meningkatkan konektivitas antar wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi diatas rata-rata nasional dan mengurangi ketergantungan dari luar. (Advertorial/Dinas Kominfo/Ahmad Fauzan Syahzian)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help