Kisah Tragedi Kapal Tenggelam di Indonesia yang Menelan Banyak Korban Satunya KMP Tampomas II

Tragedi bisa terjadi di mana saja. Satu di antaranya di kapal laut. Banyak penyebabnya, Korban jiwanya pun tak main-main.

Kisah Tragedi Kapal Tenggelam di Indonesia yang Menelan Banyak Korban Satunya KMP Tampomas II
pinterest.com
ILUSTRASI kapal tenggelam 

Lebih dari 290 penumpang dapat diselamatkan, sementara 51 orang tewas dalam musibah ini.

Apa yang membuat banyak orang prihatin akan kecelakaan yang terjadi pada 22 Februari 2007 karena kapal feri ini tak mencatat jumlah penumpang secara benar.

Sebab dalam catatan tertulis jika kapal mengangkut 228 orang, sementara Angkatan Laut menyatakan jika penumpang lebih dari 350 orang.

Tragedi tak berhenti di situ saja.

Tiga hari setelah kebakaran, yakni 25 Februari 2007, kapal tenggelam ketika awak media dan petugas investasi melakukan penyelidikan dalam kapal.

Kejadian itu menewaskan satu orang dan tiga orang lainya hilang.

4. KM Sinar Bangun

Tim gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Tim gabungan melakukan pencarian penumpang Kapal Motor Sinar Bangun di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara, Selasa (19/6/2018). Kapal Motor Sinar Bangun yang membawa 128 penumpang tenggelam di Danau Toba, Sumatera Utara pada 18 Juni 2019. Hingga kini Basarnas berhasil menemukan 18 korban selamat dan satu korban meninggal dunia.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI (TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI)

Kapal feri berjenis ro-ro yang tenggelam di utara Danau Toba, Sumatera Utara, pada Senin (18/6/2018).

Kapal ini mengangkut penumpang dari Simanindo di Kabupaten Samosir menuju Tigaras di Kabupaten Simalungun.

Diperkirakan sekitar 200 penumpang hilang akibat tenggelamnya kapal ini, tapi karena tidak adanya catatan penumpang membuat jumlah pasti korban sulit untuk diidentifikasi.

Selama pencarian tiga orang meninggal dunia serta 21 orang selamat.

Pencarian para korban pun akhirnya dihentikan pada Selasa (3/7/2018), sebab Badan SAR Nasional menganggap upaya itu tak akan menemukan korban selamat maupun jenazah yang utuh.(*)

(TribunTravel.com, Ambar Purwaningrum)

Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help