Berikut Bahaya Vape Bagi Kesehatan Menurut Medis

Belakangan ini muncul tren rokok elektrik di Indonesia, khususnya mulai berkembang ke daerah Pangkalpinang dan sekitarnya.

Berikut Bahaya Vape Bagi Kesehatan Menurut Medis
Bangka Pos/Yudha Palistian
Dokter Umum Puskesmas Wilayah Tamansari, Dr. Muhammad Reza 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Belakangan ini muncul tren rokok elektrik di Indonesia, khususnya mulai berkembang ke daerah Pangkalpinang dan sekitarnya.

Dokter Umum Puskesmas Wilayah Tamansari,  Dr Muhammad Reza mengatakan cairan dalam tabung Vape ini mengandung nikotin, propilen glikol atau gliserin, serta penambah rasa, seperti rasa buah-buahan dan cokelat.

"Bahaya terbesar dari rokok tembakau adalah asap, dan rokok elektrik tidak membakar tembakau sehingga tidak menghasilkan asap melainkan uap air. Bahan kimia berbahaya yang ada dalam rokok elektrik adalah sebagian kecil dari kandungan yang ada dalam rokok tembakau," jelasnya kepada Bangkapos, Kamis, (5/7/2018).

Rokok elektrik juga mengandung nikotin yang merupakan salah satu zat adiktif yang juga terdapat dalam rokok tembakau.

"Masalah umum apabila digunakan dalam jangka panjang adalah jaringan sistem pernapasan,  sehingga gampang terinfeksi," tegasnya.

Ia juga menjelaskan, Nikotin sangat membahayakan kesehatan khususnya bagi wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya.

"Menggunakan rokok elektrik atau bahkan hanya berada di sekitar orang yang menggunakan rokok elektrik dapat membuat wanita hamil terpapar nikotin dan zat kimia beracun lainnya yang ada dalam rokok elektrik," tutupnya.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved