BPOM Babel Sebut Belum Terima Peraturan Izin Edar dan Regulasi Vape

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Babel, Hermanto menegaskan belum menerima izin edar dari BPOM

BPOM Babel Sebut Belum Terima Peraturan Izin Edar dan Regulasi Vape
Bangka Pos/Yudha Palistian
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Babel, Hermanto 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Babel, Hermanto menegaskan belum menerima izin edar dari BPOM Pusat mengenai rokok elektrik dan regulasinya, melainkan hanya mengawasi nikotin dan tar saja.

"Vape itu kami golongkan sama dengan rokok, itu rokok elektrik ada alat dan cairan. Namun untuk ketentuannya kami belum menerima dari BPOM Pusat untuk regulasinya," jelas Hermanto Kepada Bangkapos,  Kamis (5/7/2018).

Hermanto pun mengatakan sejauh ini BPOM hanya mengawasi nikotin dan tar yang ada sesuai dengan persyaratan. Saat menemukan kandungan nikotin dan tar yang tidak sesuai dengan persyaratan, BPOM juga belum bisa mengambil tindakan karena itu kebijakan dari Dinas perdagangan dan instansi terkait,  kami hanya melakukan pengawasan uji sampling dan Post Market saja.

"Sekiranya ada yang tidak sesuai, seperti posisi iklan rokok dan sampling, itu yang kami awasi. Namun untuk ketentuan rokok elektronik itu kembali ke peraturan menteri perdagangan no 86 tahun 2017 tentang ketentuan rokok impor elektronik," jelasnya.

Ia pun menyebutkan bunyi pasal 1 dari peraturan tersebut yakni Rokok Elektrik adalah perangkat rokok yang digunakan 
dengan memanaskan cairan yang menghasilkan asap dan dihisap oleh pemakainya yang termasuk Likuid nikotin dan pengganti likuid nikotin yang digunakan sebagai isi mesin dan aparatus elektrik.

Selain itu, BPOM juga melakukan pengawasan terkait iklan rokok, yakni jika ditemukan iklan yang tidak sesuai, maka BPOM akan melakukan tindakan. Untuk rokok elektrik, BPOM Babel masih menunggu ketentuan dari pusat.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help