Penyebab Rokok Elektronik Dikenai Pajak 57 Persen

Alasan utama rokok elektronik dikenai cukai 57 persen adalah mengenai pembatasan jumlah konsumsi serta menghindari penyalahgunaan rokok elektrik.

Penyebab Rokok Elektronik Dikenai Pajak 57 Persen
Bangka Pos / Yudha Palistian
Suasana Lobby Gedung Beacukai Pangkalpinang, Kamis, (5/7/2018). 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala subseksi penyuluhan dan layanan informasi Becaukai Pangkalpinang, Agung Hermawan mengatakan, alasan  utama rokok elektronik dikenai cukai 57 persen adalah mengenai pembatasan jumlah konsumsi serta menghindari penyalahgunaan rokok elektrik.

Jika dilihat dari jenis barang yang kena cukai yaitu alkohol, tembakau dan etialkohol. Dan vape termasuk dalam rokok jenis elektronik.

"Jangan dilihat dari potensi revenue-nya, konsumsi perlu dibatasi, dan mesti harus tepat sasaran," ucapnya Kepada Bangkapos,  Kamis (5/7/2018).

Agung menyebutkan, alasan selanjutnya mengenai pengenaan cukai rokok elektrik juga lantaran likuid atau essence yang digunakan masih mengandung tembakau.

Berdasarkan UU, penggunaan tembakau maka harus dikenakan cukai.

Pengenaan cukai juga akan diberlakukan pada produk likuid atau essence yang menjadi perasa pada rokok elektrik tersebut.

Sedangkan untuk alat atau vape-nya, jika berasal dari luar negeri akan dikenakan bea masuk, sehingga pembatasan ini berlaku pada rokok elektriknya dan likuidnya.

Selain itu, beacaukai masih belum menetapkan besaran bea masuk yang akan dikenakan pemerintah terhadap rokok elektrik produk luar negeri atau yang diimpor.

Tidak hanya itu, selian itu mengurangi  status legal atau ilegal pada rokok elektrik yang sudah beredar di Indonesia

"Kalau sekarang masuk lartas (larangan terbatas) ya, jadi nanti selain dia kena cukai dia juga wajib penuhi izin sebelum mengimpor vape tersebut," tutup agung.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved