Pol PP Bangka Heran Perusahaan Tambang Tampung Timah dari Penambangan Tanpa Ijin

Satpol PP heran timah hasil penambangan ilegal dibeli perusahaan tambang.

Pol PP Bangka Heran Perusahaan Tambang Tampung Timah dari Penambangan Tanpa Ijin
Bangka Pos/Fery Laskari
Kabid Perundang-Undangan Satpol PP Bangka, Achmad Suherman 

Padahal, pasir timah dari IUP atau KP seharusnya hanya bisa ditampung oleh perusahaan tambang jika proses penambangan oleh mitra tambangnya jelas atau resmi memiliki ijin.

"Faktanya tidak seperti itu. Ini kesannya sama saja dengan melegalkan pertambangan tanpa ijin," katanya.

Suherman mengatakan tentunya ada proses atau prosedur yang harus dijalankan dalam kemitraan antara perusahaan dengan penambangan rakyat.

"Misal, masyarakat penambang diberi legalitas seperti dahulu, ada tanda peneng untuk penambang. Jadi ada timbal balik saling menguntungkan. Jangan sampai timahnya dibeli  tapi nggak ada tanggung jawab (perusahaan) ke pada keselamatan kerja dan reklamasinya," sindir Suherman.

Pada akhirnya Suherman mengajak perusahaan tambang duduk bersama membahas masalah ini. Disisi lain, pemerintah daerah dan juga perusahaan itu harus mencari solusi agar rakyat penambang bisa menjalankan aktivitasnya.

"Mari kita duduk bersama cari solusinya," kata Suherman berharap proses penambangan maupun penampungan pasir timah yang ada tidak melanggar hukum.

Terkait pernyataan Suherman, Bangka Pos Group berusaha mengkonfirmasi ke pihak perusahaan tersebut.

Pesan konfirmasi dikirimkan pada Kamis (5/7/2018) malam sekitar Pukul 19.52 WIB dan Pukul 20.13 WIB.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban balasan dari Humas perusahan ini.(*)

Berita ini sudah diedit kembali atas pertimbangan redaksi.

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved