Tanggapan Pengusaha Vape Mengenai Pengenaan Cukai Hingga 57 Persen

Sebuah Toko Vape yang beralamat di Jalan Abdullah Addari Kelurahan Rawa Bangun, Pangkalpinang menanggapi tentang pengenaan cukai vape

Tanggapan Pengusaha Vape Mengenai Pengenaan Cukai Hingga 57 Persen
Bangka Pos/ Yudha Palistian
Bimo (24) Seorang Pemilik Toko Vape yang beralamat di Jalan Abdullah Addari Kelurahan Rawa Bangun, Pangkalpinang. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebuah Toko Vape yang beralamat di Jalan Abdullah Addari Kelurahan Rawa Bangun, Pangkalpinang menanggapi tentang pengenaan cukai vape hingga 57 persen yang akan berlaku pada Oktober mendatang.

Bimo (24) selaku pemilik toko vape tersebut sangat menyayangkan cukai vape yang terlalu tinggi tersebut.

"Sebenarnya jika dikenai cukai, sah-sah saja. Namun jika cukai terlalu tinggi akan berdampak pada omset penjualan kami serta konsumen menjadi beralih ke rokok tradisional kembali," jelasnya kepada Bangkapos, Kamis (5/7/2018).

Bimo pun menuturkan, sejumlah konsumen sudah mengeluhkan pasca kenaikan yang akan berlangsung pada oktober mendatang.

"Jadi, Vape ini baru menjadi tren baru-baru ini,  serta vape atau rokok elektrik ini dijual secara terpisah antara liquid, mesin rokok dan kepala untuk menghisapnya," jelasnya.

Dan menurut info dari beberapa komunitas vape, bahwa liquid tersebut yang akan dikenai cukai. Namun jika secara keseluruhan dikenai cukai maka akan memperparah pangsa pasar vape di pasaran.

"Saya selaku pengguna dan penjual pun,  sangat mendukung dengan adanya program cukai dan pengawasan BPOM agar tidak illegal dan aman dikonsumsi. Namun jika cukainya terlalu tinggi, tetap akan berpengaruh besar pada konsumen dan pangsa di pasaran,"tutupnya.(*)

Penulis: Yudha Palistian
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help