Leisure Bangka Belitung

Belitung Tuan Rumah Internasional Kayak Marathon, Tanjung Kelayang Jadi Lokasi Lomba

Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong, Jumat (6/7/2018) sudah melakukan survey terhadap event Internasional Kayak Marathon 2018.

Belitung Tuan Rumah Internasional Kayak Marathon, Tanjung Kelayang Jadi Lokasi Lomba
Bangka Pos / Disa Aryandi
Sejumlah Kayak, Jumat (6/7) sudah tersedia di Pesisir Pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung buat event Internasional Kayak Marathon. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Badan Pengelola Geopark Pulau Belitong, Jumat (6/7/2018) sudah melakukan survey terhadap event Internasional Kayak Marathon 2018.

Lokasi pilihan, perairan Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Direncanakan ada 80 orang hingga kemarin yang sudah melakukan pendaftaran.

Ketua Pelaksana Internasional Kayak Marathon 2018 Ade Satari mengatakan, rencana sudah 80 orang peserta yang siap buat mengikuti event itu. Mereka adalah warga negara Indonesia (WNI), Malaysia, Singapura, Trinidat, Nuzilan, dan India.

"Tapi mayoritas dari Malaysia, khusus buat peserta WNA. Permintaan sebetulnya banyak, tapi karena ini perdana jadi kami batasi 100 orang peserta dulu, tadi awalnya 80 orang peserta," kata Ade Satari didampingi race direktor dari unsur Sea Kayaks Owner Club Indonesia (Skoci) Shimson kepada posbelitung.co, Jumat (6/7/2018).

Pelaksanaan event Internasional Kayak Marathon ini, tertanggal 27 - 29 Juli 2018 mendatang.

Dari 80 orang peserta yang sudah melakukan pendaftaran, 30 orang merupakan WNA dan di event ini jarak tempuh nya, 20 kilometer (Km). Star dan finish di pantai Tanjung Kelayang, Kecamatan Sijuk.

Kategori event Internasional piala Gubernur Bangka Belitung ini, terdapat sejumlah jenis pertandingan. K1 (single Kayak), K2 (tandem), K3 (mengayun dayung posisi berdiri), Kano Tradisional yang dipersiapkan buat masyarakat lokal.

"Disini sebetulnya tidak melihat siapa yang cepat, tapi siapa bisa menyelesaikan 'PR' atau tugas disetiap stop point. Soalnya kalau tugas tidak bisa selesai di stop point, maka mereka tidak bisa melanjutkan ke perjalanan berikut nya. Ada beberapa stop point nanti," ujarnya.

Teknis event Kayak Internasional ini, di hari pertama pelaksanaan yaitu registrasi. Disitu setiap peralatan harus dilakukan pengecekan ulang, apabila sudah diselesaikan, peralatan berikut dengan Kayak nya tidak diperkenankan disentuh.

"Tinggal nanti mereka mencoba race, dan kemarin memang tantanganya Kayak ini tidak bisa dibawah menggunakan pesawat komersil. Jadi kami bantu dari Jakarta membawa Kayak itu, dan dari pendaftaran ini Kayak Tandem peminat nya lebih banyak, kemudian itu kami sewa kan Kayak nya untuk lomba, biar ada kesempatan," bebernya.

Event ini, lanjut Ade, bukan full kompetisi lomba, namun lebih kepada pengenalan pariwisata Belitung. Sehingga wisatawan bisa mengetahui, bahwa perairan Belitung bisa dipergunakan dan sangat bagus untuk olahraga Kayak.

"Jadi mereka tau nya, bukan hany diving saja yang bagus, tapi Kayak disini sangat cocok. Kami sebetulnya mengejar target bukan di event ini, tapi lebih kepada kedepan multi player effect. Karena Belitung ini tempat yang paling ideal buat bermain Kayak," ungkapnya.

Kata Ade, olahraga Kayak merupakan paling populer di Eropa. Namun kendala yang biasa ditemukan di Indonesia, minat tersebut kurang lantaran harga Kayak tidak murah.

"Tapi lambat laun nanti, orang akan suka dengan Kayak ini, apalagi Indonesia memiliki garis pantai terbesar ke dua di Dunia. Termasuk di hari terakhir event ini nanti ada touring dan berwisata bagi peserta. Nanti ada 60 Kayak yang akan datang dari Jakarta, dan masyarakat umum nanti bisa mencoba untuk menggunakan Kayak," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved