Ini Tanggapan Ombudsman Tentang Gedung Baru RSUDDH Belum Kunjung Ditempati

Rumah Sakit sebagai layanan publik yang dikucurkan dengan anggaran yang tidak sedikit. Publik sangat membutuhkan ruangan dan gedung yang nyaman

Ini Tanggapan Ombudsman Tentang Gedung Baru RSUDDH Belum Kunjung Ditempati
istimewa
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA --Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Belitung, Jumli Jamaluddin, mendorong secepatnya mengoperasikan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang dan dapat difungsikan untuk pasien kelas tiga.

Dirinyamengatakan  pihak-pihak terkait yang berkompeten harus giat berupaya serta mendorong pihak lain yang memiliki tugas dan tanggungjawab, agar secepatnya menyelesaikan tahapan-tahapan yang belum selesai jika memang ada yang belum diselesaikan, bahkan semua aspek yang berkaitan.

Apalagi Rumah Sakit sebagai layanan publik yang dikucurkan dengan anggaran yang tidak sedikit. Publik sangat membutuhkan ruangan dan gedung yang nyaman serta refresentatif meski diperuntukkan bagi pasien kelas tiga.

Jika semakin lambat dioperasikan gedung yang baru maka pasien di kelas tiga semakin merasa tidak refresentatif menempati fasilitas gedung yang lama tersebut.

Dibangunnya gedung baru tentunya untuk memberikan pelayanan prima dan optimal kepada masyarakat maupun pelayanan yang berkualitas.

Namun tidak hanya sebatas bangunan gedung bagus tetapi juga harus didukung dengan peningkatan sarana dan prasarana serta SDM yang memadai serta harus diimbangi dengan pelayanan yang baik. Sebab itu pelayanan harus profesional dan lebih ditingkatkan.

Memang, operasional rumah sakit itu sangat berbeda dengan operasional perkantoran pada umumnya, begitu selesai dibangun bisa langsung digunakan.

Sedangkan Rumah Sakit itu harus komperhensif baik dari SDM, sarana dan prasarana maupun infrastrukturnya semua harus disiapkan dengan matang dan profesional.

Namun bukan berarti harus menjadi alasan karena semua proses tersebut tentunya sudah ada standar operasional prosedurnya.

Semakin tidak ada kepastian kapan akan dioperasikan atau difungsikan gedung baru Rumah Sakit tersebut maka akan semakin berlarut proses penyelesaian aspek-aspek yang terkaitnya.

Sebab itu semua pihak yang berkompeten dalam pembangunan dan pengoperasional gedung baru RSUDDH Pangkalpinang harus proaktif dan saling bersinergi serta saling mensuport untuk secepatnya menuntaskan semua aspek yang berkaitan termasuk segi anggaran, perizinan, dan semua yang berkaitan tersebut, agar kepastian beroperasinya rumah sakit dapat segera terlaksana secara komprehensif, dan agar tidak lagi menjadi pertanyaan publik yang tidak berkesudahan.(*) 

Penulis: Ira Kurniati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved