Kondisi Jempolnya Selalu Sama, Begini Nasib Preman di Era Soeharto, Ditembak Mati Orang Tak Dikenal

Setelah mendapat kartu, para gali tersebut dilarang bikin ulah lagi dan harus mau memberitahukan dimana para gali lain yang tidak mau ...

Kondisi Jempolnya Selalu Sama, Begini Nasib Preman di Era Soeharto, Ditembak Mati Orang Tak Dikenal
tribunnews
ilustrasi 

Seperti yang dilakukan oleh Komando Daerah Militer (Kodim) 0734 Yogyakarta di bawah pimpinan Kolonel Muhamad Hasbi.

Kolonel Hasbi saat itu (1983) menyatakan perang terhadap para preman atau gali yang aksinya makin meresahkan masyarakat Yogyakarta.

Dia menggelar Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK) yang bekerja sama dengan intelijen AD, AU, AL dan kepolisian.

Baca: Total Harga Outfit Nagita Slavina Kalahkan Meghan Markle, Capai Ratusan Juta Rupiah

Baca: Ardi Bakri Dapat Jabatan Baru, Nia Ramadhani Ungkap Barang Paling Mahal yang Ia Dapat dari Suami

Kodim Yogyakarta lalu melakukan pendataan terhadap para gali melalui operasi intelijen dan para gali yang berhasil didata diwajibkan melapor serta diberi kartu khusus.

Setelah mendapat kartu, para gali tersebut dilarang bikin ulah lagi dan harus mau memberitahukan dimana para gali lain yang tidak mau melapor.

Para gali yang tidak melapor kemudian diburu oleh tim OPK Kodim untuk ditangkap dan bagi yang lari atau melawan akan langsung ditembak mati.

Mayat para gali yang ditembak mati dibiarkan tergeletak di mana saja dengan tujuan membuat jera (shock therapy).

OPK yang digelar aparat keamanan di Yogyakarta sudah diketahui oleh masyarakat.

 

Setiap ada mayat yang ditemukan di pinggir jalan, tepi hutan, bawah jembatan, dan lainnya, mayat dengan luka tembak itu kerap dinamai sebagai korban penembakan misterius (petrus).

Istilah ‘petrus’ kemudian menjadi sangat populer sekaligus menakutkan.

Baca: Punya Mata Besar dan Bulu Mata Lentik, Inilah Mahdis Anak Tercantik di Dunia dari Iran

Baca: Buat Petualang, Pria Ini Bagikan Tips Cara Menyalakan Api Gunakan Plastik Berisi Air

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved