Sejumlah Kepala Daerah Ditangkap KPK, Jokowi Malah Bilang Begini dan Ingatkan Bupati

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin giat menangkap Kepala Daerah saat sebelum hingga sesudah berlangsungnya Pemilihan

Sejumlah Kepala Daerah Ditangkap KPK, Jokowi Malah Bilang Begini dan Ingatkan Bupati
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Joko Widodo 

BANGKAPOS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin giat menangkap Kepala Daerah saat sebelum hingga sesudah berlangsungnya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak.

Hal tersebut juga mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui akun Twitter-nya, Jumat (6/7/2018).

Akun Twitter @Jokowi menuliskan bahwa Jokowi sangat sedih mendengar kabar banyaknya Kepala Daerah yang ditangkap KPK.

Akun itu juga memberikan peringatan kepada para Bupati agar tidak main-main dengan korupsi, suap, maupun gratifikasi.

"Belakangan, sejumlah kepala daerah diberitakan telah ditangkap KPK. Jangan kira saya senang mendengarnya. Saya sangat sedih.

Para bupati saya ingatkan: hati-hati! Jangan main-main dengan korupsi, suap, atau gratifikasi. Tapi kalau memang tidak berbuat, ya tidak perlu takut," tulis akun @Jokowi.

Baca: Menyadap Pesan WhatsApp, 4 Trik Anyar Ini Perlu Kamu Lakukan, Wajib Dicoba

Baca: Sempat Dicibir Nikah Janda anak 3, Kehidupan Pasangan Artis Ini Tak Terduga

Sementara itu, baru-baru ini Bupati Bener Meriah, Aceh, Ahmadi resmi ditahan oleh pihak KPK setelah sebelumnya terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (3/7/2018).

Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com, Bupati Bener Meriah, Ahmadi keluar mengenakan rompi tahanan KPK sekitar pukul 15.35 WIB, Kamis (5/7/2018).

Beberapa menit kemudian, giliran pihak swasta Syaiful Bahri keluar dari gedung KPK.

Keduanya disangka terlibat kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji yang bertentangan dengan kewajibannya terkait dengan pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) Tahun Anggaran 2018 pada Pemerintah Provinsi Aceh.

Adapun Dana Otonomi Khusus Aceh Tahun Anggaran 2018 itu sebesar Rp 8 triliun.

Usai ditetapkan tersangka oleh KPK, Ahmadi membantah tuduhan KPK.

"Saya mengakui semua yang saya kerjakan. Dalam pencegatan saya, tidak ada barang bukti apapun. Uang tidak ada, hanya ada bundel perencanaan alokasi dana khusus yang berasal dari unit pelayanan terpadu," kata Ahmadi.

"Dan itu siapapun bisa mengakses. Namun, penyidik KPK perlu meminta keterangan saya," sambung dia.

Namun demikian, Ahmadi mengaku akan kooperatif dalam proses hukum di KPK.

"Saya akan korporatif terhadap masalah hukum yang saya hadapi. Insya Allah saya juga akan berikan penjelasan yang saya tau dan saya alami," kata Ahmadi.

(TribunWow.com/Tiffany Marantika)

Editor: Evan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved