Begal dan Penjahat di Era Orde Baru Dimasukkan ke Dalam Karung Lalu Ditembak

Pada 1983, masalah keamanan Indonesia makin runyam oleh ulah para begal, preman, perampok, penjambret dan lainnya.

Begal dan Penjahat di Era Orde Baru Dimasukkan ke Dalam Karung Lalu Ditembak
Istimewa
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Pada 1983, masalah keamanan yang makin runyam oleh ulah para begal, preman, perampok, penjambret, dan lainnya yang lebih dikenal sebagai gabungan anak liar (gali).

Aparat gabungan TNI/Polri telah melakukan tindakan tegas berupa Operasi Pemberantasan Keamanan (OPK).

Operasi yang dikenal sadis demi, terutama melalui misi khusus berupa Operasi Clurit, tersebut tujuannya adalah meringkus para gali yang terbukti sudah melakukan kejahatan hidup atau mati.

Informasi mengenai identitas para gali didapat dari masyarakat dan para gali yang sudah tertangkap.

Baca: Bung Karno Rela Jadi Tameng bagi Anak-anak Ketika Dilempari Granat

Berdasar informasi itu tim OPK kemudian mendatangi lokasi gali yang menjadi buruannya kapan saja untuk ditangkap dan diseret ke penjara.

Tapi jika gali yang akan ditangkap berusaha lari atau melawan, tim OPK yang cara kerjanya selalu menggunakan penutup wajah atau topi yang menutupi setengah wajah, bersenjata senapan laras panjang dan pistol akan menembak mati.

Namun karena tujuan OPK adalah untuk memberikan efek jera terhadap gali yang terus saja berbuat kejahatan, biasanya penangkapan atau penggerebekan dilakukan secara mendadak ala serbuan pasukan komando.

Para gali yang tertangkap bisa langsung dieksekui atau kemudian dimasukkan karung dalam kondisi hidup lalu dibawa pergi ke suatu tempat sepi menggunakan mobil dan baru dieksekusi.

Baca: Sang Putri Tegur Ardi Bakrie saat Lirik Wanita Lain, Ketahuan Nia Ramadhani Langsung Begini

Setelah itu, mayat para begal itu dilempar begitu saja di pinggir jalan yang berada di tengah hutan.

Perihal modus operandi tim OPK itu pernah dialami sendiri oleh seorang gali asal Semarang, Jawa Tengah bernama Bathi Mulyono.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help