Bupati Usulkan Kenaikan Tunjangan beban Kerja untuk ASN, KPK Sarankan Gunakan Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberi saran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung buat mengelola pemerintahan dan keuangan

Bupati Usulkan Kenaikan Tunjangan beban Kerja untuk ASN, KPK Sarankan Gunakan Ini
Dok/Bapos
Bupati Belitung Sahani Saleh 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memberi saran kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung buat mengelola pemerintahan dan keuangan.

Terutama berkaitan dengan pemberian Tunjangan Beban Kerja (TBK) kepada aparatur sipil negara (ASN).

Di Provinsi Bangka Belitung, Kabupaten Belitung dinilai memiliki TBK paling kecil dibandingkan enam Kabupaten/Kota di Negeri Serumpun Sebalai.

Namun selama ini, sebagai pengganti APBD Kabupaten Belitung banyak dikucurkan buat rakyat, yaitu pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih.

"Ini yang perlu diketahui, saya bukan tidak ingin menaikan TBK, tapi selama ini uang itu buat rakyat semua. Saya beberapa waktu lalu juga sudah berkomunikasi dengan KPK, sebaiknya buat TBK menggunakan absensi digital," kata Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) kepada posbelitung.co, Senin (8/7/2018).

Usaha buat menaikan TBK bagi ASN, kini sudah di upayakan oleh orang nomor satu di Kabupaten Belitung itu.

Salah satunya melalui kajian dari Badan Pengelolaan Keuangan (BPK) dan pengawasan terhadap pemberian TBK tersebut, tidak bisa menggunakan absensi manual.

"Kemarin sudah siap sebetulnya, tapi absen ASN masih manual. Absensi nya harus digital sensor dan sistem nya langsung memotong TBK serta langsung masuk di sistem BKPSDM, apabila tidak masuk kerja atau telat masuk. Disitu langsung bisa terhitung total pemberian TBK, tapi ini ada pengecual apabila yang bersangkutan sakit," bebernya.

Absensi itu, menggunakan sidik jari dan sensor mata yang diperuntukan bagi ASN. Disitu terdapat pengaturan masuk kantor, waktu istirahat maupun waktu pulang kerja. Tidak disarankan gunakan absensi hanya digital sidik jari, lantaran masih bisa dilakukan 'pengecohan' gunakan sidak jari operator.

Halaman
12
Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved