Begini Tanggapan Dosen Fakultas Ekonomi UBB Terkait Perang Dagang AS - China

Ada pepatah melayu mengatakan gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah, artinya apabila indonesia berpartner

Begini Tanggapan Dosen Fakultas Ekonomi UBB Terkait Perang Dagang AS - China
ist
Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Hengky Veru Purbolakseto. 

Laporan Wartawan Bangkapos,  Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung, Hengky Veru Purbolakseto menilai dampak perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China berisiko pada perekonomian global, termasuk Indonesia.

"Ada pepatah melayu mengatakan gajah berjuang sama gajah, pelanduk mati di tengah-tengah,  artinya apabila indonesia berpartner dengan kedua negara ini maka nasibnya akan sama dengan pelanduk," jelasnya kepada Bangkapos,  Senin (9/7/2018).

Hengky pun menambahkan,  pemerintah juga tidak bisa langsung putus hubungan dengan AS maupun Cina karena mereka adalah partner dagang yang besar secara jangka panjang akan menguntungkan.

"Amerika saat ini memberlakukan tarif besar pada produk- produk cina, dan apabila cina melakukan hal yg sama maka amerika akan menaikkan tarifnya lagi. Dampaknya adalah produk cina akan sulit masuk ke negara tersebut sehingga produknya bisa masuk ke Indonesia," jelasnya.

Kalau cina dan amerika sama - sama menahan produknya tidak masalah, tetapi kalau produknya meluber itu yang menjadi permasalahan,  sebab negara patner yang akan kena imbas dan kestabilan barang dalam negeri ini akan terancam.

Sebelumnya,  sudah terjadi penurunan harga bahan baku baja 8% di dalam negeri Cina karena pengusaha di negara tersebut khawatir barangnya tidak terjual akibat kenaikan tarif yang menghambat ekspor ke Amerika Serikat.

Cina akhirnya memberlakukan tarif bea masuk hingga 25% terhadap 128 produk impor dari AS, antara lain daging babi dan minuman anggur, sebagai pembalasan atas langkah Presiden AS Donald Trump yang menaikkan bea atas impor baja dan aluminium awal Maret lalu.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help