BPJS Kesehatan Wilayah Bangka Belitung Masif Sosialisasi Hidup Sehat

BPJS Kesehatan Wilayah Bangka Belitung menggelar sosialisasi program JKN-KIS bersama Brand Ambasaddor BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan Wilayah Bangka Belitung Masif Sosialisasi Hidup Sehat
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Sosialisasi program JKN-KIS bersama Brand Ambasaddor BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKABPJS Kesehatan Wilayah Bangka Belitung menggelar sosialisasi program JKN-KIS bersama Brand Ambasaddor BPJS Kesehatan di Graha Timah Pangkalpinang.

Kegiatan tersebut sebagai apresiasi terhadap PT. Timah Tbk sebagai BUMN yang turut berpartisipasi menjadi peserta dalam program itu. Sehingga, mendorong upaya peningkatan kualitas hidup manusia sesuai UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang menjadi prioritas Presiden RI.

Kedupatian Wilayah Sumatera Selatan, Babel, dan Bengkulu, Helti Endrasari Kusumowardani mengatakan BPJS Kesehatan sebagai BUMN menjalankan program strategis nasional dalam bidang kesehatan melalui program JKN-KIS. Dalam rangka mencanangkan program kemitraan bersama BUMN lain, pihaknya membuka infomasi guna pegawai BUMN yang menjadi peserta BPJS dapat memenuhi hak dan kewajiban, Selasa (10/10/2018).

“Kami harapkan PT. Timah Tbk dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut aktif menjadi anggota BPJS,” kata Helti Endrasari Kusumowardani

Terkait sosialisasi pola hidup sehat yang diadakan, Helti Endrasari Kusumowardani mengungkapkan pentingnya kesadaran masyarakat menerapkan pola hidup sehat. Sebab, sejauh ini terjadi ketidak seimbangan antara iuran BPJS dengan biaya pelayanan kesehatan. Sehingga, perlu dikontrol angka peserta yang sehat dibandingkan sakit terutama biaya pelayanan cendrung besar.

Tujuannya agar masyarakat sehat bisa mendorong program pemerintah dan mendapatkan pelayanan terbaik. Sosialisasi membuat masyarakat sadar untuk hidup sehat ini perlu terus digalangkan sehingga pembengkakan biaya pelayan dapat di minimalisir.

“Program ini mulia tetapi tidak bisa berjalan jika orang sehatnya tidak lebih banyak, hal itulah kenapa sosialisasi ini dibutuhkan supaya akhirnya terjadi keseimbangan,” ungkap Helti Endrasari Kusumowardani

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved