Harga Cabai Rawit Merah di Babel Masih Tergantung Pasokan Luar Daerah

Seakan jadi problematika sepanjang tahun, lonjakan harga cabai rawit kerap dikait-kaitkan dengan persediaan yang harus didatangkan dari luar daerah

Harga Cabai Rawit Merah di Babel Masih Tergantung Pasokan Luar Daerah
Bangka Pos / Idandi Meika Jovanka
Suasana di lapak Distributor umbu dapur milik H. Awi 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Seakan jadi problematika sepanjang tahun, lonjakan harga cabai rawit kerap dikait-kaitkan dengan persediaan yang harus didatangkan dari luar daerah.

Pasalnya, sejumlah pedagang mengungkapan produktivitas petani cabai di Babel tidak mencukupi permintaan masyarakat, Selasa (10/7/2018).

Satu diantara Distributor Bumbu Dapur di Pasar Atrium, Haji Awi mengungkapkan persediaan cabai rawit didatangkan dari Mataram karena petani lokal tidak mencukupi kebutuhan masyarakat.

Lalu, harga yang ditawarkan lebih mahal dibandingkan produk dari luar daerah.

“Harga dari petani lokal bisa mencapai Rp. 70.000- RP.75.000 perkilogram, kalau segitu kita mau jual ke masyarakatnya berapa?. Lalu, jumlahnya juga tidak mencukupi permintaan masyarakat. Sehingga, harus didatangkan dari Mattaram,” ungkap Haji Awi

Haji Awi menyebutkan harga distributor cabai rawit merah sekitar Rp. 64.000-Rp.65.000 perkilogram. Lonjakan tersebut karena pasokan kurang sementara permintaan banyak. Kemudian, proses pengiriman barang dari Mattaram ke Jakarta kerap terjadi kendala.

“Kalau cabai rawit merah cargonya menumpuk pasti pengiriman ditunda. Penundaan itulah yang sering membuat persediaan lama disamping pasokannya kurang. Ketika barang harus menginap satu hari di Jakarta tentu akan memperbesar kemungkinan produk mengalami kerusakan,” Kata Haji Awi.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help