Ini Penyebab Naik Turun Harga Cabai Rawit di Bulan Juli di Pangkalpinang

Harga cabai rawit merah semakin melonjak terutama pada minggu pertama bulan Juli 2018.

Ini Penyebab Naik Turun Harga Cabai Rawit di Bulan Juli di Pangkalpinang
Dok/Bapos
Eka Subehi, Kepala Bagian Perdagangan Kota Pangkalpinang, Kamis (1/3). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Harga cabai rawit merah semakin melonjak terutama pada minggu pertama bulan Juli 2018.

 Berdasarkan pantauan Bangka Pos terjadi perbedaan harga komoditi pangan tersebut, di dua pasar berbeda, Selasa (10/7/2018).

Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menegah dan Perdagangan Kota Pangkalpinang melalui  Kabid Perdagangan, Eka Subehi membenarkan adanya perbedaan antara harga cabai rawit merah di Pasar Pagi Kampung Melayu yang mengalami peningkatan dan Pasar Ratu Tunggal terjadi penurunan.

Ia memaparkan harga cabai rawit merah saat ini di Pasar Ratu Tunggal sebesar Rp 68.000 perkilogram, turun 2,86 persen atau Rp. 2.000 dari harga semula Rp. 70.000. Harga cabai rawit hijau justru meningkat menjadi Rp 45.000 perkilogram dari harga semula Rp. 40.000.

Berbeda di Pasar Pagi Kampung Melayu, cabai rawit merah sebesar Rp 67.500 perkilogram, naik 8 persen atau Rp. 5.000 dari harga semula Rp. 62.500.

Sementara, harga cabai rawit hijau bertahan Rp. 39.000 perkilogram.

Eka Subehi mengatakan kenaikan harga tersebut disebabkan karena jumlah permintaan masyarakat yang banyak.

Sementara, persediaan cabai rawit terbatas terutama karena mayoritas produk didatangkan dari luar daerah Bangka. Sehingga, harus melalui proses pengiriman.

 Ia mengimbau kepada masyrakat tidak perlu panik, pihaknya terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Secara bertahap harga komoditi pangan ini pasti akan kembali normal,” ungkap Eka Subehi.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help