Iuran BPJS Kesehatan Babel Tidak Sebanding Dengan Biaya Pelayanan

Kepala Bidang Kepersertaan BPJS Kesehatan Wilayah Babel, Dede Ahadiyat menyampaikan ratio biaya pelayanan kesehatan dengan pendapatan

Iuran BPJS Kesehatan Babel Tidak Sebanding Dengan Biaya Pelayanan
Bangka Pos/Idandi Meika Jovanka
Sosialisasi program JKN-KIS bersama Brand Ambasaddor BPJS Kesehatan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Bidang Kepersertaan BPJS Kesehatan Wilayah Babel, Dede Ahadiyat menyampaikan ratio biaya pelayanan kesehatan dengan pendapatan bagi peserta JKN-KIS Babel. Terhitung sejak tahun 2014-2017 pendapatan iuran Rp. 479.305.363.969 sementara biaya pelayanan mencapai Rp 617.333.685.884.

Pasalnya, pola kerja program JKN-KIS menganut sistem gotong royong, artinya biaya pelayanan orang sakit di bantu oleh orang sehat. Seperti, 1 pasien demam berdarah  dibantu 80 orang sehat, 1 pasien sectio caesaria dibantu 135 orang sehat, dan lainnya.

“Dibutuhkan 5.882 orang peserta sehat untuk kelas 3 dengan iuran RP. 25.000 perorang untuk membiayai 1 orang operasi jantung dengan biaya sekitar Rp. 150 juta. Maka, program tersebut memerlukan iuran peserta sehat untuk membantu peserta sakit. Sehingga, hal itu memerlukan upaya meningkatkan kesehatan masyarakat supaya angka sakit dan angka sehat seimbang,” jelas Dede pada sosialisasi program JKN-KIS bersama Brand Ambasaddor BPJS Kesehatan, Selasa (10/10/2018).

Lebih lanjut, Dede menjelaskan program JKN bukan hanya pengeluaran saja melainkan investasi. Dalam jangka pendek bisa meningkatkan output dan tenaga kerja sektor lain. Lalu, jangka panjang mampu menambah modal manusia melalui peningkatan angka harapan hidup sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved