Kasus Diduga Malapraktek Terjadi di RSUD Bateng, Ini Kata Ketua Ombudsman Babel

Kasus yang Dialami oleh Raihan bocah asal Koba yang pendarahan ketika usai melakukan sunat atau khitan di RSUD Bangka Tengah jadi perhatian Ombudsman

Kasus Diduga Malapraktek Terjadi di RSUD Bateng, Ini Kata Ketua Ombudsman Babel
Bangka Pos/Yudistira Gatra Praja
Ketua Ombusman RI perwakilan Babel, Jumli Jamaluddin, Senin (23/5/2016). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kasus yang Dialami oleh Raihan (7) bocah asal Koba yang pendarahan ketika usai melakukan sunat atau khitan di RSUD Bangka Tengah, baru baru ini ditanggapi oleh Kepala Ombudsman Babel Jumli Jamaluddin.

Menurut Jumly apakah petugas rumah Sakit RSUD Bangka Tengah menjalankan SOP sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pihak rumah sakit.

"Bahwa pertama Ombudsman merasa prihatin dengan kejadian ini, seharusnya setiap Rumah sakit sudah punya Standar Operasional Prosedur (SOP) artinya ada standar yang harus dilakukan untuk melaksanakan setiap pelayanan yang dilakukan,"kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Bangka Bekitung, Jumly Jamaluddin kepada wartawan, Selasa (10/7/2018)

Ia manambahkan kalau tindakan dugaan malpraktek dengan kasus itu, artinya ada tidak sesuai SOP sehingga menimbulkan kejadian sepert ini, ini merupakan pelanggaran terhadap standar.

"Pihak manajemen tidak mengetahui dan ternyata oknumnya menggunakan alat sendiri, itu kan melanggar SOP dugaan demikian,"ungkapnya

Sehingga, menurutnya pihak manajeman rumah sakit harus secepatnya untuk menindaklanjuti persoalan itu kalau memang itu melanggar SOPnya perlu di pertanyakan apakah SOP digunakan atau tidak tentunya petugas media pegawai disitu mereka harus mengikuti SOP yang ada.

Kalau tidak artinya jelas pihak RS itu tidak melaksanakan aturan dan standar.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved