Advertorial

Alumni Ponpes Nurul Ihsan Baturusa Mondok Kembali

Kegiatan yang diikuti sebanyak lebih dari 400 alumni ini terdiri dari alumni angkatan 1988 sampai 2010.

Alumni Ponpes Nurul Ihsan Baturusa Mondok Kembali
Ist

BANGKAPOS.COM, BANGKA- MOMEN yang tak terlupakan bagi alumni Pondok Pesantren Nurul Ihsan (PPNI) tanggal 30 Juni sampai 1 Juli 2018 lalu. Pasalnya sejak didirikan PPNI tahun 1977, baru tahun ini dibentuk organisasi alumni diberi nama Ikatan Keluarga Alumni PPNI (IKA-PPNI) yang merupakan hasil nyata dari kegiatan temu alumni bertema ‘Alumni PPNI Mondok Kembali’.

Kegiatan yang diikuti sebanyak lebih dari 400 alumni ini terdiri dari alumni angkatan 1988 sampai 2010. Semuanya kembali bersinergi untuk membangkitkan kembali kejayaan PPNI dekade 1980-1990-an menjadi Pondok Pesantren terbesar di Bangka Belitung.

Tidak heran jika murid-murid yang menimba ilmu di PPNI Baturusa banyak yang berasal dari luar Pulau Bangka, antara lain dari Belitung, Riau, Palembang dan Pulau Jawa bahkan Pulau Kalimantan.

Dalam acara ‘Mondok Kembali’ ini, para alumni yang tersebar di beberapa daerah di luar Pulau Bangka menyempatkan hadir, seperti alumni yang saat ini berdomisili di Belitung, Jakarta, Bandung, Semarang, Palembang bahkan dari Lombok, Nusa Tenggara Barat hadir dalam rangka bertemu kembali dengan rekan-rekan seperjuangannya, terutama rindu berjumpa dengan guru-guru beserta pesantren yang pernah menjadi kawah candra dimuka pemahaman ilmu umum dan agama.

Pendiri PPNI sekaligus Wakil Ketua Yayasan PPNI, Drs H Abu Bakar Harun, MM menyambut baik gagasan alumni untuk napak tilas ‘Mondok Kembali’ apalagi dengan ide pembentukan Ikatan Keluarga Alumni PPNI.

Ada beberapa pengurus yayasan lain yang hadir saat pelaksanaan kegiatan, di antaranya Drs H Suni Arman, Drs Yusman H Zaini, Drs H Karminto dan Kepala Madrasah Aliyah, Syamsu Sodri, S.Ag. Selain pengurus yayasan, hadir dalam acara tersebut guru-guru yang dulu pernah mengajar di PPNI yaitu KH Efendi, B.A, Drs Fadhoil Muchlasin, Drs Nursidi, Dra Anggraini, Drs Mawardi, Zilnawati, S.Pd.I, Drs Fajri, Drs Ghufron dan Dra Soraya sebagai tamu undangan dan mereka didaulat untuk me­ngajar kembali pada kegiatan tersebut.
Kepala Desa Baturusa yang juga alumni PPNI Baturusa dalam pernyataan terpisah berharap agar pada tahun-tahun selanjutnya ada perubahan signifikan khususnya pengembangan Pesantren Nurul Ihsan.

“Kerjasama antara yaya­san, IKA-PPNI dan Pengurus Pesantren merupakan syarat utama untuk kemajuan Pesantren Nurul Ihsan yang menjadi cita-cita bersama,” katanya.
Ketua IKA-PPNI terpilih, Harizan, S.H.I, M.S.I menegaskan bahwa eksistensi IKA-PPNI adalah untuk menjadi mitra bagi yayasan dalam pengembangan dan kemajuan PPNI kedepan.

“Kami siap bersinergi dengan yayasan dan pengurus PPNI dalam segala hal yang tentunya mendatangkan kemaslahatan. Dengan segala sumber daya manusia yang alumni PPNI miliki saat ini, saya yakin PPNI akan kembali menjadi pilihan banyak orangtua dalam mempercayakan pendidikan anak mereka. Tentunya jika pihak yayasan dan pengurus PPNI mau duduk bersama, mencari solusi di tiap permasalahan yang saat ini dialami,” kata Harizan.

Apalagi saat ini alumni PPNI banyak yang berprofesi sebagai pendidik mulai dari yang berstrata S1 sampai S3 di berbagai disiplin ilmu, di antaranya ada yang menjadi dosen di IAIN SAS Babel, UIN Raden Fatah Palembang dan STISIPOL Bangka. Belum lagi alumni yang menjadi guru di sekolah dan pesantren yang tersebar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tentunya pengalaman mendidik dan mengajar alumni tersebut bisa dibagikan ke Pesantren Nurul Ihsan untuk kemajuan pendidikan.

Setelah melalui musya­warah panjang alumni yang penuh nuansa demokratis,
Dalam sambutannya pada saat pengukuhan sementara Pengurus IKA-PPNI, Drs H Abu Bakar Harun, MM selaku pendiri sekaligus Wakil Ketua Yayasan Nurul Ihsan berharap agar para pengurus terpilih segera melakukan konsolidasi kepengurusan, serta berkomunikasi aktif dengan pihak yayasan untuk program kerja IKA PPNI. Pengukuhan sementara juga dihadiri pengurus yayasan, Drs H Suni Arman, Drs Yusman H Zaini, Drs H Karminto dan diakhiri dengan taushiyah serta doa, oleh KH Efendi B.A.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved