Amankan Aset, PT Timah Tbk Terapkan Program Kemitraan Dengan Masyarakat

PT Timah Tbk saat ini menerapkan program pola kemitraan melibatkan masyarakat yang selama ini marak melakukan penambangan ilegal

Amankan Aset, PT Timah Tbk Terapkan Program Kemitraan Dengan Masyarakat
Bangka Pos / Nurhayati
Pihak PT Timah Tbk mengundang wartawan makan bersama untuk meningkatkan silaturahmi terkait program PT Timah Tbk, Rabu (11/7/2018) di Restoran Raja Laut. 

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut pihak PT Timah Tbk melakukan upaya komunikasi sehingga implementasi terhadap peraturan tersebut menjadi sepaham dan bersinergisitas.

Dijelaskan Musda Anshori selaku Kawasprod Bangka Induk, bahwa program jemput bola ke masyarakat penambang berkaitan dengan regulasi sesuai Kepres Nomor 63 Tahun 2004 mengenai pengamanan objek vital nasional.

Oleh karena itulah pihaknya mengamankan IUP milik PT Timah Tbk.

"Memang kita ketahui ilegal mining ini sudah sejak lama berjalan. Prinsipnya WPR yang disampaikan Pak Jokowi saat berkunjung ke Bangka itu adalah mengayomi masyarakat penambang. Terkait ilegal secara teknisnya tapi dalam IUP itu adalah hak kita dalam mengamankan produksi sesuai Keppres 63 pada konservasi mineral dan batubara. Jadi itu ada di Permen ESDM Nomor 22 dan diperbaharui lagi dengan Permen Nomor 26 Tahun 2018," ungkap Musda.

Untuk itulah pihaknya harus meningkatkan proses penambangan, selain untuk menjaga aset perusahaan dan juga kesinambungan cadangan produksi PT Timah Tbk.

Disamping itu dapat memberikan kontribusi bagi daerah dan masyarakat di wilayah sekitar tambang.

Dia mengatakan, kemungkinan ada kesalahpahaman dimana pada tahun 2002 ada serah terima penghibahan lahan untuk kawasan industri tetapi ternyata tidak disertai deliniasi IUP.

Ketika PT Timah Tbk membuka penambangan dari tahun 2010 di IUP yang menjadi kawasan industri tersebut ada izin usaha penambangan yang dikeluarkan Bupati Bangka yang saat itu dijabat H Yusroni Yazid.

"Di lokasi IUP di Jelitik itu salah satunya dilakukan penambangan ilegal. Jadi bagi PT Timah Tbk jelas karena ini pengamanan aset kita laksanakan jemput bola di lokasi itu dengan mengamankan biji timah yang dilakukan penambang dengan pola kompensasi. Jadi kompensasi itu bukan jual beli, kita mengakomodir biaya operasional yamg keluarkan penambang dimana ada perhitungan kompensasi dari kita berapa," jelas Musda.

Diakuinya, pada bulan Februari penjualan timah produksi PT Timah Tbk hanya 25 persen dari produksi smelter swasta yang secara masif menampung timah masyarakat padahal berada timah tersebut berasal di IUP PT Timah Tbk.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help