Amankan Aset, PT Timah Tbk Terapkan Program Kemitraan Dengan Masyarakat

PT Timah Tbk saat ini menerapkan program pola kemitraan melibatkan masyarakat yang selama ini marak melakukan penambangan ilegal

Amankan Aset, PT Timah Tbk Terapkan Program Kemitraan Dengan Masyarakat
Bangka Pos / Nurhayati
Pihak PT Timah Tbk mengundang wartawan makan bersama untuk meningkatkan silaturahmi terkait program PT Timah Tbk, Rabu (11/7/2018) di Restoran Raja Laut. 

"Dengan kondisi itulah maka pada tahun ini kembali itu kita lakukan kalau tidak aset biji timah kita akan keluar dan PT Timah selaku BUMN wajib melaksanakan amanat Keppres 63 dan Permen 26 itu harus kita lakukan," tegas Musda.

Pihaknya sudah menyampaikan ke para penambang bahwa tidak pernah mengundang untuk menambang dilokasi IUP PT Timah Tbk, tetapi hasil yang didapat dari IUP tersebut harus dikembalikan ke PT Timah Tbk.

Selain itu, disampaikan Musda bahwa konservasi mineral tersebut sesuai aturan yang juga sudah disepakati dengan Bupati Bangka sebelumnya, sampai ke mineral ikutannya.

Disampaikannya bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Satpol PP, Polres Bangka dan Polda Bangka terkait pengamanan IUP tersebut.

Sedangkan terkait penambangan tersebut dari pihak PPN juga sudah menyampaikan tidak ada masalah.

"Sangat efektif menambah produksi kita. Sebenarya awalnya hasil pengolahan ini tujuannya merecovery dari hasil penambangan di SPK kita, itu yang kita lakukan di pos pos pam kita, yang non SPK di pendulangan tadi dan ketiga program jemput bola yang menjadi semacam viralnya karena ini sangat mengurangi produksi mereka (smelter-red). Kita sebagai pemilik IUP wajib mengamankan produksi aset vital biji timah dan mineral ikutannya," ungkap Musda.

Menurut Edi Purtopo selaku Kepala Keamanan Bagian Darat PT Timah Tbk, pihaknya sudah menanyakan Wakapolres Bangka terkait dengan penertiban TI di IUP Jelitik. Menurut pihak Polres Bangka penertiban dilakukan berdasarkan adanya aduan dari pihak PPN pada tanggal 15 Mei 2018.

Untuk itu menurut Edi, ia sudah mendatangi pihak PPN dimana pihak PPN pun tidak mempermasalahkan operasional TI tersebut.

"Tidak ada masalah dari PPN? termasuk juga tokoh masyarakat tapi karena menurut pihak polres pihaknya sudah di lapangan jika tidak bertindak dikira ada main dengan bapak. Saya datang ke PPN sebelum tanggal 15 Mei dilaksanakan itu. Keberatan PPN karena suara bising dan pembuangan air membuat limbah. Sebelum kejadian itu kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat penambang tentang keberatan PPN salah satunya cara dari masyarakat dan kita untuk pembuangan cerobong sudah kita redam walaupun tidak maksimal tapi sudah mengurangi. Kedua mengenai pembuangan air sudah kita arahkan ke seberang," jelas Edi.

Selain itu juga pada saat jam salat, aktivitas TI berhenti melakukan penambangan untuk menghormati agar tidak terjadi kebisingan suara dari aktivitas penambangan itu.

Menurutnya ini program tersebut dilakukan PT Timah Tbk untuk membantu agar bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved