Begini Penjelasan Pol PP Pangkalpinang Soal Penertiban Lapak Pedagang Durian

Di sat‎u sisi, PT Timah juga menyurati Wali Kota meminta bantuan untuk menata itu. Di sisi lain memang itu wajah kota

Begini Penjelasan Pol PP Pangkalpinang Soal Penertiban Lapak Pedagang Durian
Bangka Pos/Dedi Qurniawan
Kasatpol PP Pangkalpinang Rasdian Setiady 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pangkalpinag Rasdian Setiady menjelaskan, lapak pedagang yang mereka tertibkan Rabu (11/7/2018) pagi tadi adalah lapak milik para pedagang musiman.

Mereka ditertibkan karena berjualan di atas trotoar sepanjang Jalan Jendral Sudirman. 

Selain itu, para pedagang juga ditertibkan setelah pihaknya mendapatkan laporan dari‎ masyarakat. Satu di antaranya dari PT Timah.

Puing bekas lapak pedagang Durian di kawasan Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Kantor PT Timah, Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018).
Puing bekas lapak pedagang Durian di kawasan Jalan Jendral Sudirman, tepatnya di depan Kantor PT Timah, Pangkalpinang, Rabu (11/7/2018). (BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN))

"Di sat‎u sisi, PT Timah juga menyurati Wali Kota meminta bantuan untuk menata itu. Di sisi lain memang itu wajah kota kita ya memang itu," katanya.

Baca: Lapaknya Ditertibkan Satpol PP, Begini Keluhan Pedagang Durian di Pangkalpinang

Rasdian menjelaskan, ‎pelarangan berjualan di atas trotoar sebenarnya telah diatur dalam Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2005 tentang ketertiban umum.

Karena selama ini Pangkalpinang dinilai belum memiliki lokasi untuk pedagang musiman yang representatif, ada kebijaksanaan para pedagang dialihkan ke kawasan Jalan Trem, jalan kawasan Kodim, dan jalan kawasan Pasar Pagi.

"Wajah kota kita ya itulah, jalan protokol, Jalan Sudirman itu. Karena sifatnya musiman, maka kami tempatkan mereka bukan di sepanjang jalan itu. Tadi kami sarankan mereka pindah ke Jalan Trem, misalnya. Jalan Kodim, atau dekat Pasar Pagi," ucapnya.

‎Rasdian membantah jika pihaknya disebut tak adli dalam penertiban ini. Tempat berjualan milik pedagang lain diakuinya masih diberi toleransi untuk membongkar sendiri karena beberapa hal, satu di antaranya adalah karena telah terdapat instalasi listik pada tempat berjualan pedagang.

"Di situ juga ternyata sudah ada meteran listriknya. Makanya kami hubungi PLN, kok bisa-bisanya masang listrik di situ. Kemudian, saya sampaikan juga pada PT Timah, kalau merasa keberatan, ya dijaga pagarnya, jangan didiamkan. Sudah bertahun-tahun. Makanya tadi kami beri peringatan dulu," tutur Rasdian.

Halaman
12
Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help