Home »

Lokal

» Bangka

HNSI Bangka Minta Bentuk Tim Investigasi Pencemaran Limbah Minyak di Pantai

Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Ridwan mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari nelayan Teluk Putat terkait pencemaran

HNSI Bangka Minta Bentuk Tim Investigasi Pencemaran Limbah Minyak di Pantai
Istimewa
Pencemaran limbah minyak di Pantai Batu Bedaun. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka Ridwan mengakui pihaknya sudah menerima laporan dari nelayan Teluk Putat terkait pencemaran limbah di Pantai Batu Bedaun dan Teluk Putat.

Untuk itu pihaknya akan meneruskan laporan dari para nelayan tersebut kepada Satpolair Polres Bangka.

"Kami meminta kepada satpolair polres untuk membentuk tim investigasi terkait permasalahan tersebut," tegas Ridwan saat dikonfirmasi bangkapos.com, Rabu (11/7/2018).

Dia menilai, minyak yang mengapung pada permukaan air dapat menyebabkan air berwarna hitam dan akan mengganggu organisme yang berada pada permukaan perairan. Kondisi ini mengurangi intensitas cahaya matahari yang akan digunakan oleh fitoplankton untuk berfotosintesis, dan dapat memutus rantai makanan pada daerah tersebut.

"Jika hal demikian terjadi, maka secara langsung akan mengurangi laju produktivitas primer pada daerah tersebut karena terhambatnya fitoplankton untuk berfotosintesis," jelas Ridwan.

Sementara pada minyak yang tenggelam dan terakumulasi di dalam sedimen sebagai deposit hitam pada pasir dan batuan-batuan di pantai, akan mengganggu organisme interstitial maupun organime intertidal.

"Organisme intertidal merupakan organisme yang hidupnya berada pada daerah pasang surut, efeknya adalah ketika minyak tersebut sampai ke pada bibir pantai, maka organisme yang rentan terhadap minyak seperti kepiting, amenon, moluska dan lainnya akan mengalami hambatan pertumbuhan, bahkan dapat mengalami kematian," ungkap Ridwan.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help