KPU Bangka Sarankan Parpol Tidak Daftar Caleg yang Melakukan 3 Hal Ini

Partai Politik harus berhati-hati jika mendaftarkan calon legislatifnya (caleg) yang pernah tersangkut masalah hukum

KPU Bangka Sarankan Parpol Tidak Daftar Caleg yang Melakukan 3 Hal Ini
Bangka Pos/Nurhayati
Zulkarnain

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Partai Politik harus berhati-hati jika mendaftarkan calon legislatifnya (caleg) yang pernah tersangkut masalah hukum atau mantan narapidana untuk duduk sebagai wakil rakyat.

Dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20Tahun 2018 tentang pencalonan Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota, pada Pasal 4 Ayat 3 disebutkan dalam seleksi bakal calon secara demoktratis dan terbuka sebagaimana dimaksud pada ayat 2 tidak menyertakan mantan terpidana bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak dan korupsi.

"Pada PKPU jelas mengatakan partai politik tidak mendaftarkan caleg yang terkait narapidana bandar narkoba, kejahatan kasus asusila anak dan korupsi," jelas Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain Alijudin kepada bangkapos.com, Rabu (11/7/2018) di Sekretariat KPU Kabupaten Bangka.

Namun diakuinya parpol sendiri masih mengajukan uji materi terhadap PKPU tersebut. Untuk itu pihaknya juga masih menunggu uji materi dari hasil Mahkamah Agung apakah mantan narapidana tersebut bisa diikutkan atau tidak dalam pencalonan sebagai calon legislatif.

"Kalau berdasarkan PKPU tersebut jelas tidak disarankan diikutkan," tegas Zulkarnain.

Dikatakan Zulkarnain jika memang parpol mau mendaftarkan calegnya yang mantan narapidana silahkan tetapi nanti KPU akan melakukan pemeriksaan berkas dan verifikasi faktual.

Sedangkan bagi mantan narapidana yang menjalani hukuman lainnya, pada PKPU pasal 7 ayat 4 yang berbunyi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g, dikecualikan bagi: (a) mantan terpidana yang telah selesai menjalani masa pemidanaannya, dan secara kumulatif bersedia secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik, bukan sebagai pelaku kejahatan yang berulang, serta mencantumkan dalam daftar riwayat hidup; dan (b) terpidana karena kealpaan ringan (culpa levis) atau terpidana karena alasan politik yang tidak menjalani pidana dalam penjara, dan secara terbuka dan jujur mengumumkan kepada publik.

Untuk itu mantan napi yang mendaftar sebagai caleg tersebut harus ada surat dari pihak lembaga permasyarakatan dan mengumumkannya di media massa.

"Caleg yang bersangkutan mengumumkannya dan harus menyertakan koran pengumuman tersebut. Dimana mantan terpidana itu bersedia secara jujur mengumumkan kepada publik," kata Zulkarnain.

Namun sejauh ini belum ada satu pun pengurus parpol yang mendaftarkan calegnya ke KPU Kabupaten Bangka. Padahal KPU sudah membuka pendaftaran dari tanggal 4 Juli hingga 17 Juli 2018 nanti. Dari tanggal 4 hingga 16 Juli pihak Sekretariat KPU Kabupaten Bangka menunggu pendaftaran caleg dari parpol dari jam 08.00 hingga 16.00 WIB sedangkan untuk hari terakhir pendaftaran tanggal 17 Juli 2018 dari jam 08.00 sampai 24.00 WIB.

Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved