Kuota 20 Persen Bagi Siswa Miskin di Babel Tak Terpenuhi

Dari data penerimaan sekolah yang masuk ke kita belum semuanya dipisahkan siswa reguler dengan siswa yang tidak mampu, tapi

Kuota 20 Persen Bagi Siswa Miskin di Babel Tak Terpenuhi
Bangka Pos/Krisyanidayati.
Ketua PPDB Tahun Pelajaran 2018/2019, Wahyudin 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Ketua pelaksana PPDB dinas pendidikan Babel tahun pelajaran 2018/2019, Wahyudin mengatakan kouta minimal 20 persen bagi siswa yang tidak mampu dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019 banyak yang tidak terpenuhi.

"Dari data penerimaan sekolah yang masuk ke kita belum semuanya dipisahkan siswa reguler dengan siswa yang tidak mampu, tapi banyak sekolah yang memang siswa miskin yang mendaftar kurang dari 20 persen," kata Wahyudin, Rabu (11/7/2018).

Ia belum dapat membeberkan secara pasti berapa banyak siswa SMA/SMK yang mendaftar menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) maupun Kartu Indonesia Pintar (KIP).

"Sekilas memang tidak sampai 20 persen siswa yang tidak mampu yang mendaftar di sekolah-sekolah. Kuotanya minimal 20 persen dari jumlah kuota penerimaan siswa di sekolah, tapi kalau yang mendaftar tidak sampai segitu ya kuota sisanya dialihkan ke reguler," katanya.

Wahyudin mengatakan kondisi ini menggambarkan bahwa tidak banyak lagi keluarga yang tidak mampu.

"Prioritas itukan 20 persen bagi siswa yang tidak mampu, kalau memang ini tidak terpenuhi karena yang mendaftar tidak ada artinya memang kan tingkat kemiskinan kita tidak sampai segitu," ujarnya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved