Soal Dugaan Penghalangan Penyitaan Alat Berat Razia Kemenhut, Ini Klarifikasi Kades Cit

Soal Razia tambang timah dan alat berat di Kecamatan Riausilip Bangka, akhirnya mendapat tanggapan dari dua orang kepala desa di kecamatan setempat.

Soal Dugaan Penghalangan Penyitaan Alat Berat Razia Kemenhut, Ini Klarifikasi Kades Cit
Ist
Suasana razia oleh Kemenhut RI Wilayah Sumatera di kawasan perbatasan Desa Cit dan Desa Mapur Kecamatan Riausilip Bangka, Rabu (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Soal Razia tambang timah dan alat berat di Kecamatan Riausilip Bangka, akhirnya mendapat tanggapan dari dua orang kepala desa di kecamatan setempat.

Apalagi, Pihak Kemenhut RI menyatakan, ada oknum Kades dan Oknum LSM yang diduga berusaha menghalang-halangi saat akan dilakukan penyitaan alat berat, Rabu (1/7/2018).

Kepala Desa Mapur Riausilip Bangka, Agus Sari dikonfirmasi Bangka Pos Groups, Rabu (11/7/2018) petang mengaku tak tahu soal razia yang dimaksud. Begitu juga soal tudingan Kemenhut yang menyatakan ada oknum kades menghalangi upaya petugas menyita alat berat. Agus juga tak paham soal kabar ada oknum kades halangi petugas.

"Yang dimaksud Kades mana tu? Saya malah baru dapat info tentang adanya razia. Karena saya dari pagi sampai siang ade di kantor kecamatan.," kata Agus Sari.

Sementara saat ditanya tambang pengusaha berinisial AF alias AKB masuk wilayah mana? Kades memastikan secara administratif pemerintahan, tambang yang dimaksud masuk wilayah Desa Cit Riausilip (Dekat dengan Desa Mapur).

"Kalau dak salah tambang AKB bukan masuk Desa Mapur, tapi masuk Desa Cit," katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Cit Riausilip Bangka, H Dani mengakui bahwa razia Kemenhut dilakukan di sebuah tambang di desanya. Namun H Dani membantah jika dituding menghalang-halangi petugas saat akan menyita alat berat di tambang tersebut.

"Saya tidak menghalang-halangi. Cuma warga yang menghalangi karena merasa alat berat di lokasi tambang itu mau disita petugas (Gakum Kemenhut RI). Masyarakat yang berusaha menghalangi, karena pemilik tambang ada bantu desa," elak H Dani.

Mengenai keberadaanya di lokasi tambang saat Kemenhut razia, H Dani menjelaskan alasannya.

"Karena saya dengar ada warga saya yang mau ditangkap, makanya saya datang ke lokasi," katanya. Saat ditanya lebih detil siapa nama pemilik tambang dan juga alat berat yang diduga beroperasi di kawasan hutan produksi (HP) desa ini? H Dani buru-buru menghentikan pembicaraan.

"Sudah dulu ya..saya masih mau urus warga," katanya seraya menutup sambungan telepon seluler dengan wartawan.

Sementara itu informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sempat terjadi kerusuhaan warga saat razia berlangsung.

Warga pendukung pemilik tambang ilegal di kawasan hutan produksi yang dimaksud diduga berusaha berontak, menentang razia Kemenhut.

Tak heran jika kemudian Gakum Kemenhut RI Wilayah Sumatera, Dodi memberi pernyataan kepada Bangka Pos Groups, bahwa ada oknum Kades dan LSM yang berusaha menghalangi penindakan hukum terkait razia tersebut.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved