Tahun 2018, Capaian UHC di Basel Baru 48 persen, Ini Penyebabnya

Hal tersebut dikarenakan sampai hari ini dan saat melakukan konsultasi capaian nya baru di angka 48 persen dari

Tahun 2018, Capaian UHC di Basel Baru 48 persen, Ini Penyebabnya
Ist
Samsir 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Anthoni Ramli

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Komisi 1 DPRD Bangka Selatan baru-baru ini mendatangi Kementerian kesehatan RI di Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat.

Kedatangan rombongan komisi 1 DPRD Basel ini, guna berkonsultasi mengenai Universal Health Coverage ( UHC ) di Bangka Selatan yang pencapaiannya masih terbilang rendah.

Sekretaris Komisi 1 DPRD Bangka Selatan Samsir mengatakan, UHC merupakan sistim penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa harus mengalami Financial hardship.

Sementara di Kabupaten Bangka Selatan, yang 95 persen target pada tahun 2019 sama seperti yang menjadi target Kementerian kesehatan yakni memerlukan kerja ekstra untuk mencapai dead line pada akhir 2019 ini.

" Hal tersebut dikarenakan sampai hari ini dan saat melakukan konsultasi capaian nya baru di angka 48 persen dari total jumlah penduduk Bangka Selatan yakni 172.000. per data BPS terakhir. Artinya yang harus dikejar untuk mencapai UHC 95 persen tersebut dalam waktu 1 tahun ini adalah sekitar 47 persen lagi atau kurang lebih 80.840 jiwa lagi," ujar Samsir kepada bangkapos.com, Rabu (11/7/2018).

Samsir mengatakan, lambatnya pencapaian Universal Health Coverage ( UHC ) disebabkan sejumlah faktor yang menyebabkan masyarakat enggan masuk ke jaminan kesehatan Nasional dengan BPJS.

Menurut Samsir dari hasil sidak komisi dan berinteraksi dengan masyarakat Bangka Selatan, ada beberapa alasan membuat mereka tidak mau ikut JKN.

Diantaranya, Tidak mampu untuk membayar,memang tidak mau ikut walaupun mampu, Pelayanannya yang tidak baik dan masih membayar juga walaupun menggunakan BPJS, Prosedurnya berbelit - belit, dan proses sembuhnya lama karena menggunakan obat murah yang mutunya rendah.

" Sementara adanya yang menunggak iuran khusus pemegang kartu BPJS mandiri dikarenakan beberapa hal yakni tidak mampu melanjutkan pembayaran, kebanyakan mereka ikut hanya pada waktu sakit dan istrinya melahirkan setelah itu mereka tidak melanjutkan membayar," ujar Samsir.(*)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved