Awas, 60 Persen Peredaran Narkoba di Babel Ada di Pangkalpinang

Walaupun belum tentu mereka asli Pangkalpinang. Ini konsekuensi Pangkalpinang sebagai pusat pemerintahan

Awas, 60 Persen Peredaran Narkoba di Babel Ada di Pangkalpinang
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Kepala BNNK Pangkalpinang Ichlas Gunawan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Pangkalpinang Ichlas Gunawan menjelaskan, berdasarkan data BNN pada 2017, hampir 60 persen peredaran narkoba, baik korban maupun pelakunya ada di Kota Pangkalpinang. 

"Walaupun belum tentu mereka asli Pangkalpinang. Ini konsekuensi Pangkalpinang sebagai pusat pemerintahan, ibu kota provinsi, tempat pusat orang berkumpul," kata Ichlas kepada wartawan seusai upacara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2018 di halaman Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Kamis (12/7/2018).

Adapun prevalensi kasus narkoba saat ini ada di angka 1,49 persen. Tahun sebelumnya, angka prevalensi tersebut adalah 1,68 persen. 

"Ini hasil survei BNN, artinya sudah ada penurunan. Tapi ini masih di atas permukaan, jangan cepat berbangga hati karena perangnya ini bertarung melawan pengedar. Mereka nyaris tak terdengar tapi terasa, tak terlihat tapi bisa dibayangkan bagaimana orang-orang di sekitar kita tumbang akibat narkoba," beber Ichlas

BNNK memliliki progran Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) yang diberi nama program Pangkalpinang Bersih Narkoba  (Bersinar).

Sudah 15  dari 42 kelurahan di Pangkalpinang yang telah ditetapkan sebagai kelurahan bersinar. 

Pemkot, kata Ichlas, juga sudah menginisiasi pembuatan perda mengenai pencegahan narkoba.

"Tinggal ditindaklanjuti dengan peraturan wali kotanya, mudah-mudahan, geliat  ‎perang narkoba bisa dinyatakan betul. Seperti kata Menkopolhukam tadi, ini bukan perang biasa, ini perang besar melawan narkoba. Memerlukan kerja sama, termasuk media," ucap Ichlas

Saat ini, Ichlas mengatakan, sudah ada tujuh puskesmas di Pangkalpinang yang sudah mengadakan program layanan rehabilitasi narkoba.

Para petugas puskesmas sudah diberikan pelatihan sebagai assesor ataupun konselor napza.

‎Namun, menurutnya, ini belum tersosialisasi dengan baik.‎

"Soalnya sampai saat ini belum ada‎ warga yang berani melaporkan (ada korban di sekitarnya). Silakan masyarakat, jika ada keluarganya atau orang dekat di sekitarnya yang terindikasi, bawa saja ke puskesmas, ke rumah sakit, di sana ada rehabilitasi, dan gratis," kata Ichlas. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help