Dahulu Biji Kakao Jadi Mata Uang Beharga yang Dijadikan Minuman Mahal Bagi Bangsawan Eropa

Penggunaan mata uang sebagai alat belanja sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Dahulu Biji Kakao Jadi Mata Uang Beharga yang Dijadikan Minuman Mahal Bagi Bangsawan Eropa
apessay.com/foodi.com.au
Minuman dari biji kakao warisan Suku Maya 

Sampai kemudian Spanyol yang dipimpin oleh Hernan Cortes pada 1519 menyerbu tanah Aztec, kini dikenal sebagai Meksiko, menemukan komoditas ini.

Baca: Via Vallen Lewat Jalan Ini Selalu Berhenti, Katanya Nostalgia dan Kangen, Ternyata Ini Alasannya

biography.com
biography.com

Ketika conquistador Spanyol yang bekerja untuk Charles V tiba di Amerika, suku Aztec mengira dia raja Dewa Quetzalcoatl.

Quetzalcoatl yang dilambangkan dalam bentuk ular berbulu adalah dewa tertinggi dari budaya Aztec.

Dewa ini dianggap sebagai sosok yang bertanggung jawab menempatkan pohon kakao di Bumi dan bertugas menyelamatkan rakyatnya.

Secara kebetulan Hernan Cortes dianggap sebagai sosok penyelamat itu.

Suku Aztec yang pada saat itu merupakan satu peradapan paling maju di Amerika tengah berhasil merebut tanah rakyat Maya dan ekonomi mereka.

Baca: Calon Istri Dibilang Mirip Dewi Sanca, Rio Reifan Syok Lihat Fotonya Kemudian Tegaskan Hal Ini

Karena perebutan ini, mereka juga menggunakan cara suku Maya untuk berdagang yakni menggunakan biji kakao sebagai mata uang.

Uang komoditas ini menjadi alat pembayaran paling umum di antara orang-orang Amerika pra-Columbus untuk transaksi sehari-hari, seperti perdagangan barang-barang bernilai rendah.

Berbicara tentang kakao dalam surat yang ditulis Cortes kepada Charles V, dia mengatakan, "Benih ini digunakan sebagai mata uang untuk pertukaran harian."

Sebagai contoh, seekor kelinci dapat ditukar dengan sepuluh biji kakao, sementara seratus 100 kakao dapat digunakan untuk membeli satu orang budak.

Halaman
123
Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help