Dua Hakim di PN Pangkalpinang Sudah Memiliki Sertifikat Mediasi

Kepala Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan menyatakan bahwa yang bisa menjadi mediator di pengadilan hanyalah

Dua Hakim di PN Pangkalpinang Sudah Memiliki Sertifikat Mediasi
Bangka Pos/Yudha Palistian
Kepala Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan. 

Laporan Wartawan Bangkapos, Yudha Palistian

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kepala Humas Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan menyatakan bahwa yang bisa menjadi mediator di pengadilan hanyalah para hakim yang sudah bersertifikat dari Pusdiklat Mahkahamah Agung, dan yang sudah memiliki sertifikasi di PN Pangkalpinang ada dua Hakim.

Iwan juga menambahkan, yang berhak memberikan sertifikasi mediasi haruslah berasal dari pusat pendidikan dan pelatihan dari Mahkamah Agung. Ada dua hakim di PN pangkalpinang yang sudah memiliki sertifikasi mediaasi yaitu Hakim Sri Endang dan Corry Oktarina.

"Mediator yang bukan berasal dari hakim tidak bisa menjadi juru damai di pengadilan, sedangkan mediasi ada dua macam, yaitu mediasi yang lewat hakim dan mediasi oleh masyarakat," jelasnya kepada Bangkapos,  Kamis (12/7/2018).

Untuk mediasi di pengadilan, menurut Iwan, harus dilakukan oleh hakim. Pasalnya, mediasi itu adalah dalam rangka melaksanakan pasal 130 HIR tentang Perdamaian.

"Karena  mediasi di pengadilan adalah bagian dari proses pengadilan dan dalam rangka melaksanakan ketentuan hukum acara, maka yang bertindak sebagai mediator haruslah seorang hakim," tuturnya.

Sebelum gugatan diperiksa pokok perkaranya, hakim akan menyuruh berdamai. Berdamai itu bisa langsung hakim jadi mediator, bisa hakim mempersilahkan mereka mencari mediator sendiri yang nantinya (kesepakatannya) bisa dikuatkan oleh pengadilan.

Lalu untuk metode mediasi menggunakan sistem kaukus (mendengar Salah satu saja)  dan digabungkan keduanya.

"Tetapi lebih sering menggunakan sistema kauskus karena untuk menghindari kericuhan antara kedua belah pihak," tutupnya.

Penulis: Yudha Palistian
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved