Serangga Jenis Baru di China, Rakyat Ditawarkan Rp 17.200 untuk Tangkap Serangga Mematikan Ini

Jika kondisi tersebut berlarut-larut, infeksi ini dapat menyebabkan kematian mendadak karena kerusakan pada sistem saraf dan...

Serangga Jenis Baru di China, Rakyat Ditawarkan Rp 17.200 untuk Tangkap Serangga Mematikan Ini
mynewshub

PUSAT pengendalian penyakit di wilayah Provinsi Guangdong Selatan, China, baru-baru ini telah mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik untuk menangkap serangga, yang diyakini dapat menyebarkan jenis penyakit seperti 'AIDS' dan sangat berbahaya.

Dijelaskan, penyakit ini menyebar melalui gigitan serangga triatomine yang akan menyebabkan penyakit Chagas dan membawa pada kematian. 

Serangga tersebut menjadi kekhawatiran departemen kesehatan setempat karena membawa parasit Trypanosoma cruzi yang bisa menyebabkan penyakit Chagas. 

Adapun gejala dari penyakit ini seperti demam, kelelahan, sakit kepala dan ruam. 

Kissing bugs, serangga yang membawa parasit Trypanosoma cruzi yang membawa penyakit mematikan Chagas.(China Daily/Asia News Network via Asia One)
Kissing bugs, serangga yang membawa parasit Trypanosoma cruzi yang membawa penyakit mematikan Chagas.(China Daily/Asia News Network via Asia One) ()

Jika kondisi tersebut berlarut-larut, infeksi ini dapat menyebabkan kematian mendadak karena kerusakan pada sistem saraf dan otot jantung.

Untuk mengatasi masalah ini, pusat kendali kesehatan telah mengeluarkan satu pernyataan, yakni kepada siapa saja yang menemukan serangga akan diberi imbalan dengan harga Rp17.674 per serangga dan layanan konsultasi kesehatan gratis.

Penyakit Chagas ini dikatakan memberi reaksi sama seperti AIDS.

Serangga ini akan menggigit dari satu wajah ke wajah lain, dan penyakit itu dapat ditularkan melalui darah dan dapat mempengaruhi kandungan ibu hamil.

SERANGGA  AIDS 3
 (mynewshub)

Seperti dilansir melalui laman kompas.com, Chen Shouyi, direktur pengendalian penyakit dan parasit Guangzhou, berkata mereka telah menerima lusinan serangga dari penduduk.

"Serangga yang hidup maupun sudah mati itu bakal dikirim ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Beijing untuk dilakukan identifikasi," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help