Ini Alasan Pendirian Panti Jompo Rumah Bersama yang Didirikan Hero Tio

Ketua Yayasan Rumah Bersama Leo memberikan apreasiasi terhadap kunjungan pihak Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) Sungailiat

Ini Alasan Pendirian Panti Jompo Rumah Bersama  yang Didirikan Hero Tio
Bangka Pos / Nurhayati
Ketua KPP Pratama Bangka Edwin Warga Ningrat Mulia didampingi Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) Sungailiat Tiung Florida bersama Ketua Yayasan Rumah Bersama Leo berfoto bersama dengan para penghuni dan perawat, Kamis (12/7/2018) di Rumah Bersama. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Ketua Yayasan Rumah Bersama Leo memberikan apreasiasi terhadap kunjungan pihak Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Pajak (KP2KP) Sungailiat yang melakukan kegiatan sosial memperingati Hari Pajak dengan berbagi kasih bersama para Penghuni Panti Jompo Rumah Bersama.

Diakui Leo sejarah berdirinya Rumah Bersama ini atas inisiator Owner PT ATD Makmur Mandiri, Hero Tio.

"Dia (Hero Tio--red) berhaul melihat seorang jompo di Simpang Lumut dibuang anaknya. Pak Hero Tio pernah berucap kepada bapaknya agar bisa mendirikan rumah untuk panti jompo. Dulu usahanya ketika belum semaju ini tapi dia tidak lupa mendirikan Rumah Bersama," ungkap Leo saat menyampaikan sambutannya, Kamis (12/7/2018) pada acara bakti sosial memperingati Hari Pajak yang digelar KP2KP Sungailiat di Panti Jompo Rumah Bersama.

Rumah Bersama ini berdiri pada tanggal 24 Maret 2016. Pada tanggal 18 Mei 2016 diterima penghuni pertama bernama Sadi.

"Pak Sadi ini kakinya sudah lumpuh tidak bisa berjalan. Ujung kakinya digigit tikus juga sudah tidak terasa lagi. Kita tampung dan bawa kesini," cerita Leo.

Menurutnya dipilihnya nama Rumah Bersama supaya semua orang bisa tinggal bersama tidak memandang suku, agama, ras maupun antar golongan.

Di Rumah Bersama ini semua penghuni panti baik beragama Islam, Konghucu, Kristen dan lainnya bisa tinggal bersama.

Saat ini ada sekitar 10 orang manula yang dirawat di Rumah Bersama.

Di Rumah Bersama ini tidak dipungut biaya apapun, semua keperluan para manula yang tinggal dipenuhi pihak Owner Hero Tio. Baik biaya makan, tinggal, dokter dan lainnya semua ditanggung.

"Penghuni yang mau datang tidak usah bawa apa-apa. Syaratnya tidak punya keluarga, tidak ada yang ngurusi, yang telantar dan tidak mampu. Ada yang dari Pangkalpinang dari dinas sosial minta tolong dibantu, kita tolong. Penghuni disini ada kesamaan ada yang anaknya tidak peduli, membujang, tidak menikah, tidak ada yang ngurus. Orang-orang ini kita rangkul, kita pelihara," jelas Leo.

Menurutnya dengan adanya bakti sosial seperti ini, Rumah Bersama semakin banyak yang tahu sehingga ada perhatian dari masyarakat dan keluarga agar bisa mengisi psikologis para penghuni Panti Jompo Rumah Bersama.

"Ke depan dari CSR kami ATD Makmur Mandiri akan dibangun panti asuhan. Agar para manula ini terhibur adanya anak-anak. Ini jadi komunitas bersama dimana nanti adanya sanggar seni, olahraga dan lainnya. Mohon doanya agar pelayanan sosial bisa terus kita lakukan. Paling tidak memberikan promosi dari mulut ke mulut ada penampungan orang tidak mampu," harap Leo.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved