4 Saksi Hadiri Sidang Kasus Pencurian yang Dilakukan Desy di Minimarket Milik Perwira Polisi

Pada sidang kasus Desy, pihak penyidik dari Kepolisian menghadirkan 4 orang saksi ke persidangan. Tiga dari 4 saksi yang dihadirkan

4 Saksi Hadiri Sidang Kasus Pencurian yang Dilakukan Desy di Minimarket Milik Perwira Polisi
bangka pos/ira kurniati
Sidang pelaku pencurian di mini market yang diduga dianiaya oleh oknum kepolisian, berlangsung di ruang garuda pengadilan negeri Pangkalpinang, Jumat (13/7/2018) 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pada sidang kasus Desy, pihak penyidik dari Kepolisian menghadirkan 4 orang saksi ke persidangan.

Tiga dari 4 saksi yang dihadirkan merupakan kasir mini market, satpam perumahan dan anak pemilik mini market. Sedangkan satu saksi lainnya yakni Atmi, saudara Desy yang ia suruh mengambil susu.

Novita kasir mini market yang menjadi saksi ini menyebutkan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 19.00 WIB.

Ia melihat ada beberapa orang mencurigakan saling memberi kode. Lantas dirinya langsung menghubungi pemilik mini market, yakni AKBP Yusuf untuk segera datang.

Sementara itu, anak dari AKBP Yusuf yaitu Satria mengaku dalam kejadian tersebut ada tujuh orang. Namun yang berhasil ditangkap hanya tiga orang.

"Pas saya datang ibu-ibu itu lari dan langsung saya kejar. Awalnya ditelepon dari toko katanya ada yang mau maling," kata Satria pada persidangan, Jumat (13/7/2018).

Selain mendengar keterangan dari ketiga saksi, hakim juga mendengar pengakuan dari Atmi, saudara Desy yang disuruh mengambil susu.

Atmi yang menjadi saksi pada persidangan itu menyebutkan bahwa dirinya bersama Desy, AF (anak laki-laki desy berusia 12 tahun) dan teman laki-laki Desy yang tidak diketahui namanya, membawa jalan-jalan ke pantai dan sesudah itu singgah pada mini market di jalan selindung.

Atmi mengira awalnya hanya ingin belanja minuman. Namun dirinya malah disuruh Desy mengambil beberapa susu untuk dimasukkan kedalam keranjang merah.

"Saya disuruh ambil susu sama ibu Desy. Jadi saya ambil dan masukkan kedalam keranjang. Terus ibu Desy memasukkannya kedalam selendang ditaruh didadanya. Katanya gak apa-apa," sebut Atmi.

Aksi mereka pun dilihat oleh AKBP Yusuf yang langsung datang usai dihubungi pelayan mini market. Sontak karena takut, Atmi berupaya lari namun dikejar oleh satpam perumahan yang berada di kawasan mini market.

Dalam video yang beredar dimedia sosial itu, AKBP Yusuf melakukan pukulan kearah wajah dan kepala Desy. Namun Atmi menyangkal bahwa dirinya tidak memberi atau menerima kode untuk melakukan pencurian.

"Saya cuma disuruh saja sama ibu desy untuk mengambil susu," tutupnya.

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help