Bank Indonesia Perwakilan Babel Temukan 33 Lembar Uang Palsu Selama 2018

Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung menemukan laporan uang palsu selama bulan Januari – April 2018 sebanyak 33 lembar

Bank Indonesia Perwakilan Babel Temukan 33 Lembar Uang Palsu Selama 2018
dok bangka pos
Kepala Bank Indonesia Pewakilan Babel, Tantan Heroika 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKABank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung menemukan laporan uang palsu selama bulan Januari – April 2018 sebanyak 33 lembar.

Jenis pecahan uang palsu yang dilaporkan adalah Rp. 100.000 ada 18 lembar, Rp. 50.000 ada 14 lembar, dan Rp. 20.000 ada 1 lembar. Angka tersebut hampir sama dengan jumlah pada periode yang sama di tahun 2017.

Kepala Perwakilan BI Babel, Tantan Heroika mengatakan jumlah laporan uang palsu yang diterima BI relatif rendah dibandingkan kota besar.

Pasalnya, peredaran uang cendrung outflow atau uang di Babel justru lebih banyak keluar daerah. Sementara, kota besar lebih inflow atau lebih banyak masuk uang dari luar daerah, Jumat (13/7/2018).

“Kecendrungan masyarakat Babel yang outflow justru mengecilkan kemungkinan uang palsu masuk dan beredar,” ungkap Tantan Heroika

Laporan uang palsu di Bank Indonesia mayoritas dari perbakan yang menerima uang dari masyarakat.

Biasanya, perbankan akan mencatat nomor series dan identitas pengguna uang palsu kemudian dilaporkan kepada BI dan diracik (read.hancurkan).

“Kebanyakan laporan uang palsu dari perbankan tapi ada pula laporan dari kepolisian. Temuan uang palsu tersebut akan dicatat secara rinci sehingga akan mudah dilacak jaringan peredaraan uang tersebut. Kalau masih satu atau dua yang beredar disuatu wilayah belum dikhawatirkan, beda jika lebih 10 lembar tentu akan ditindak,” jelas Tantan Heroika

Sehingga, Bank Indonesia kerap menggantikan atau memperbarui emisi uang buat mengantisipasi lonjakan uang palsu. Terutama, ciri-ciri keaslian yang diperbaruhi secara canggih dan tidak mudah dipalsukan.

“Membedakan uang palsu dan asli cukup dengan 3 R karena akan sangat ketahuan,” kata Tantan Heroika

Ia menjelaskan tekstur uang palsu cendrung lebih halus karena berbahan dasar kertas. Sementara uang asli berbahan dasar kapas, lalu cetakannya cukup berbeda sehingga saat diraba akan berbeda teksturnya. Terutama, uang emisi terbaru mempunyai teknologi dua dimensi, yaitu logo dua dimensi BI yang sempat dibilang palu arit.

“Perlu teknologi luar biasa meniru uang asli sehingga uang dapat juga dibedakan oleh pencederita tuna netra. Masyarakat yang tidak berkemampuan melihat bisa membedakan pecahan uang,” imbuh Tantan Heroika

Tantan Heroika menambahkan meskipun penemuan uang palsu di Babel relatif kecil. Upaya sosialisasi kepada masyarakat mengenai ciri keaslian uang rupiah terus dilakukan di pelbagai tempat. Gebyar Rupiah pun terus digalakan seiring kebutuhan uang dan perekonomian babel semakin besar.

“Tetap sosialisasi uang palsu dijalankan karena kadang-kadang masyarakat tidak mau melaporkan jika menemukan uang palsu karena tidak diganti. Namun, tetap diimbau kepada seluruh masyarakat Babel jika menemukan uang palsu segera laporkan,” tambah Tantan

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved