Soal Razia Kemenhut di Bangka, Begini Pendapat Hukum Dosen FH UBB

Operasi Senyap yang dilakukan oleh Pihak Kementrian Kehutanan (Kemenhut RI) di tambang timah ilegal hutan produksi (HP) Desa Cit

Soal Razia Kemenhut di Bangka, Begini Pendapat Hukum Dosen FH UBB
Istimewa
Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Bangka Belitung (UBB), Toni SH MH , Jum'at (13/7/2018)

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Operasi Senyap yang dilakukan oleh Pihak Kementrian Kehutanan (Kemenhut RI) di tambang timah ilegal hutan produksi (HP) Desa Cit Kecamatan Riausilip Bangka, beberapa hari lalu, mendapat sorotan dari pengamat hukum. Beberapa pendapat dilontarkan, mulai sanki pidana, hingga sinergitas aparat antar satuan saat menggelar razia.

Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Bangka Belitung (UBB), Toni SH MH , Jumat (13/7/2018), pemberitaan media massa, menjelaskan beberapa hal.

Razia Gakum Kemenhut RI pada tambang pengusaha asal Sungailiat, inisial AF alias AKB ketika itu kata Toni, wajar-wajar saja. Hanya saja ada cela yang disesalkan, yang seharusnya tak terjadi. Apalagi Kemenhut turun razia secara tiba-tiba tanpa melibatkan pihak kepolisian resort (Polres) setempat.

"Proses penegakan hukum yang dilaksanakan untuk peristiwa hukum tambang liar seharusnya dilaksanakan secara terpadu lintas instansi karena lingkup peristiwa hukum tersebut berkaitan dengan kewenangan beberapa instansi negara. Misalnya berkoordinasi dengan Polri dalam hal ini adalah Polres yang memiliki kewenangan yurisdiksi wilayah tersebut," katanya.

Diakui Toni, yang menjadi permasalahan selama ini di Bangka Belitung adalah lemahnya pengawasan dan evaluasi terhadap ijin yang diberikan kepada pelaku usaha tambang. Sehingga peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman banyak sekali yang terlanggar.

"Peristiwa hukum tentang tambang dalam upaya penegakan hukum-nya tidak cukup hanya menunggu laporan saja dan upaya penindakan tetapi upaya pencegahan seharusnya lebih aktif dilaksanakan," katanya.

Penulis: ferylaskari
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help