Budidaya Tanaman Holtikultural di Bangka Harus Terus di Galakkan

Tantan Heroika mengatakan melonjaknya harga cabai rawit merah belakangan ini dikarena pasokan produk yang didatangkan dari luar Bangka

Budidaya Tanaman Holtikultural di Bangka Harus Terus di Galakkan
Bangka Pos/ Dok
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Babel, Tantan Heroika 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika mengatakan melonjaknya harga cabai rawit merah belakangan ini dikarena pasokan produk yang didatangkan dari luar Bangka tidak sebanding dengan permintaan masyarakat.

Terutama, pasokan dari sentra di Pulau Jawa saat ini turun. Sehingga, pedagang harus mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Saya dengar ada yang pesan sampai ke Mataram,” kata Tantan Heroika kepada Bangka Pos, Minggu (15/7/2018) melalui pesan elektronik

Menurutnya, kecendrungan mendatangkan cabai rawit merah dari pulau Jawa mengakibatkan harga cabai  rawit di Babel melonjak juga karena ketergantungan. Sementara di Sumatera justru harga komoditi tersebut lebih terkendali.

“Seharusnya perdagangan antar pulau bisa memanfaatkan wilayah Sumatera yang tidak terjadi inflansi cabai untuk mendatangkan pasokan. Jika, tetap mengharapkan pasokan dari Pulau Jawa tentu akan mendapatkan dampak serupa,” ungkap Tantan Heroika

Lalu, ia menilai petani lokal di Bangka juga harus lebih didorong dan dibina meningkatkan produktivitas. Sebab, Bank Indonesia pernah membuktikan bahwa tanah Bangka cukup subur untuk ditanami cabai seperti di desa Trubus. Terbukti para panen para petaninya cukup tinggi.

“Budidaya holtikultural ini harus terus digalakkan. Tanah di Bangka cukup baik untuk ditanami cabai sehingga kita tidak perlu bergantung dengan pasokan dari luar pulau,” Imbuh Tantan Heroika.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved