Sering Sebabkan Inflasi, Tantan Sebut Cabai dan Ikan Belum Masuk HET

Sejumlah komoditi yang kerap menjadi bahan perbincangan masyarakat karena harganya relatif melonjak ternyata belum masuk ke Harga Eceran tertinggi

Sering Sebabkan Inflasi, Tantan Sebut Cabai dan Ikan Belum Masuk HET
Dok/Bangka Pos
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Tantan Heroika 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sejumlah komoditi yang kerap menjadi bahan perbincangan masyarakat karena harganya relatif melonjak ternyata belum masuk ke Harga Eceran tertinggi (HET) dari sisi Bank Indonesia.

Seperti, komoditi ikan-ikanan, cabai rawit, dan lainnya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika membenarkan cabai rawit dan ikan-ikanan belum masuk ke HET.

Meskipun, lonjakan harganya sering menjadi keluhan masyarakat dan menjadi kontributor inflasi, seperti, ikan-ikanan menyumbang sekitar 1,36 persen inflasi pasca hari raya idul fitri.

Menurutnya, khusus sektor perikanan keterbatasan hasil tangkap, kapal, dan nelayan melaut terbatas menjadi permasalah utama inflasi terjadi.  

Terutama, adanya gangguan angin tenggara padahal potensi perikanan di Babel sangat besar. Sehingga, para nelayan harus terus didorong untuk meningkatkan produktivitas guna mencukupi kebutuhan masyarakat.

Lalu, melonjaknya harga cabai rawit merah belakangan ini dikarena pasokan produk yang didatangkan dari luar Bangka tidak sebanding dengan permintaan masyarakat.

Terutama, pasokan dari sentra di Pulau Jawa saat ini turun. Sehingga, pedagang harus mencari alternatif lain untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bagi Tantan, kecendrungan mendatangkan cabai rawit merah dari pulau Jawa mengakibatkan harga cabai  rawit di Babel melonjak juga karena ketergantungan. Sementara di Sumatera justru harga komoditi tersebut lebih terkendali.

Lalu, ia menilai petani lokal di Bangka juga harus lebih didorong dan dibina meningkatkan produktivitas. Sebab, Bank Indonesia pernah membuktikan bahwa tanah Bangka cukup subur untuk ditanami cabai seperti di desa Trubus. Terbukti para panen para petaninya cukup tinggi.

“Jika terjadi inflasi suatu komoditi maka daerah tersebut mempunyai peluang berusaha di sektor itu” Imbuh Tantan Heroika

Ia berharap Bank Indonesia bersama stake holder terkait dapat menjalin sinergitas membina dan mendorong sektor pertanian dan perikanan di Babel lebih baik lagi. Seperti, melalui program percerpatan dan keanekaragaman pangan yang dilaksanakan BI.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help