Home »

Lokal

» Bangka

Untuk Naikkan Harga Lada, Kadispertan Bangka Usulkan Penjualan Langsung ke Luar Negeri

Pemerintah Kabupaten Bangka mengharapkan adanya direct selling yakni penjualan lada langsung tidak harus melalui Singapura

Untuk Naikkan Harga Lada, Kadispertan Bangka Usulkan Penjualan Langsung ke Luar Negeri
Bangka Pos/Nurhayati
Kemas Arfani Rahman 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Pemerintah Kabupaten Bangka mengharapkan adanya direct selling yakni penjualan lada langsung tidak harus melalui Singapura seperti yang selama ini terjadi.

Pasalnya buyer atau pembeli lada asal Bangka sudah ada hanya terhalang pola penjualan lada yang ada sekarang

Kondisi ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Kemas Arfani Rahman menyampaikan kepada Anggota DPR RI dari Dapil Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Melda Addriani saat sosialisasi pembudidayaan bibit lada dengan sistem ex vitro, Jumat (13/7/2018) di Hotel Citra.

"Kita tidak ada peraturan di kementerian perdagangan yang mengatur masalah itu. Bahwa produk-produk seperti lada ini bisa direct sellingkan. Di aturannya harus melalui Singapura entah bagaimana caranya itu. Ada di Hongkong juga. Jadi offshore ini ada di Hongkong dan Singapura," ungkap Kemas.

Dia minta agar pemerintah pusat melalui kementerian terkait membahas khusus untuk komoditi seperti lada dapat diakomodir direct selling ke buyer (pembeli) langsung seperti ke Negara Turki.

Di Turki itu harga di sana bisa mencapai Rp 430.000 perkilogram padahal di terima petani di kita ini hanya Rp 50.000 sangat kecil yang mahal itu Rp 170.000 hingga Rp 180.000 saat tertentu jadi yang banyak untungnya itu offshore cuma megang letter pengeluaran ke luar produk mereka bisa dua atau tiga kali lipat dapat untungnya. Ini yang menjadi masalah," keluh Kemas.

Disampaikan Kemas jika melakukan direct selling tanpa adanya regulasi yang ditetapkan oleh kementerian, maka pihak offshore membuat isu lada Bangka tercemar ecoli, salmonella dan lainnya yang menjatuhkan lada Bangka.

Dengan demikian tidak ada perlindungan dari pemerintah pusat terkait dengan produk lada Bangka jika direct selling kepada para buyer di luar negeri.

"Ini perlu mendapat perhatian dari pemerintah pusat bagaimana perlindungan produk kepada seperti di Bangka ini, Muntok White Pepper sangat dibutuhkan di luar karena tastenya berbeda dengan lada Vietnam,Thailand, India," harap Kemas.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help